Ada transportasi unik yang mulai meramaikan jalanan ibu kota. Mobil angkutan warna-warni, full musik, dan terbuka ini digandrungi anak-anak, remaja, hingga orang tua.
-----
SUARA jedag-jedug membumbung nyaring. Menggema membangunkan suasana pagi.
Suara itu datang dari salah satu angkutan umum. Sesaat kemudian, mobil angkutan itu menurunkan anak-anak TK berpakaian serba putih (baca: ihram) yang akan mengikuti latihan Manasik Haji di Islamic Center, NTB.
Wajah mereka ceria. Gembira. Musik yang diputar mengiringi perjalanan di dalam angkutan umum membuat suasana hati anak-anak dan para orang tua gembira sepanjang jalan.
“Ayo turun dulu, nanti naik lagi,” suara melengking terdengar dari megaphone. Seorang perempuan berpakaian serba hitam dengan syal bendera Palestina terlilit di lehernya.
Ia berseru pada anak-anak yang masih betah di dalam angkutan itu. Ini memang bukan angkutan yang lazim ditemui. Warna-warninya menyenangkan bocah-bocah itu.
Salah satu ciri khas menonjol dari mobil angkutan ini adalah jendela yang terbuka. Lebih tepatnya tak pakai jendela.
Berikutnya, body dipenuhi cat warna-warni. Dihiasi beragam animasi. Mulai Upin-ipin, Casper, Poo karakter utama dalam animasi Kungfu Panda, hingga yang bercorak ketangguhan. Semisal gambar burung rajawali atau singa.
Ciri khas menonjol lainnya ya tadi itu. Ada musiknya. Nyaring dan membahana.
Suhaeli Sopian, pemilik mobil odong-odong bermotif rajawali menepuk-nepuk kap mobilnya.
“Saya menghabiskan sekitar Rp 100 juta untuk memodifikasinya menjadi seperti ini,” tuturnya pada Lombok Post.
Tetapi dengan budget sebesar itu, Suhaeli sudah mendapatkan manfaatnya.
Apalagi saat ini warga ibu kota tengah demam naik mobil odong-odong. Ke pasar, sekolah, berwisata, dan berbagai tujuan.
Hampir setiap hari Suhaeli mendapat order. Ramainya pengguna transportasi ini mengingatkan masa-masa saat angkutan umum sedang jaya-jayanya.
Angkutan umum menjadi penguasa jalanan dan diburu banyak orang.
“Modifikasinya di Jawa, ya (di daerah Banyuwangi),” tuturnya.
Suhaeli tidak tahu, siapa yang pertama kali memulai angkutan umum odong-odong ini mengaspal di jalan ibu kota. Tahu-tahu sudah ada dan mengangkut banyak orang ke berbagai penjuru ibu kota.
“Melihat ada peluang usaha, saya ikut mencoba dengan memodifikasi mobil tua yang saya punya,” terangnya.
Suhaeli mengatakan, ongkos naik mobil odong-odong juga ramah bagi kantong. Sebagai contoh rute dari Gerbang Tembolak Kota Mataram sampai Islamic Center bolak-balik disewa dengan harga Rp 350 ribu.
“Bolak-balik, sampai bahagia,” ucapnya seraya tersenyum.
Masih dianggap mahal? Tenang harga itu masih bisa dinego. Lagipula mobil odong-odong Suhaeli bisa muat sampai 20 anak-anak.
“Full musik dan full angin,” ucapnya sambil tertawa. (bersambung)
Editor : Kimda Farida