Panitia membatasi ogoh-ogoh. Hanya yang memiliki kualitas dan unsur seni yang tinggi yang akan diarak.
Tim pelaksana ogoh-ogoh Kota Mataram tengah turun melakukan penilaian pada semua karya ogoh-ogoh yang dibuat umat Hindu di Kota Mataram.
“Tahun ini penilaian ogoh-ogoh dilakukan di awal, agar yang tampil dalam pawai terseleksi,” kata Ketua Pelaksana Ogoh-Ogoh Kota Mataram I Gusti Bagus Panji Sulaksana, Selasa (5/3).
Ia mengatakan penilaian ini disosialisasikan ke seluruh umat Hindu melalui kelurahan.
Adapun tata cara penilaian dilakukan melalui voting oleh warga.
Ogoh-ogoh yang mendapat penilaian dan dukungan terbanyak berhak ikut tampil dalam pawai.
“Nanti harapannya dalam satu kelurahan ada satu patung ogoh-ogoh terbaik yang mewakili,” ucapnya.
Seleksi ogoh-ogoh ini diharapkan meningkatkan kualitas pawai.
Sehingga masyarakat terhibur dengan berbagai karya seni terbaik saat pawai.
“Kualitas pawai juga lebih baik,” harapnya.
Terpisah, Asisten 1 Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian.
“Hal ini kami lakukan dalam rangka menyambut rangkaian kegiatan nyepi tahun ini,” katanya.
Kegiatan pawai ogoh-ogoh berpotensi beririsan dengan masuknya malam bulan Ramadan.
Sebagaimana diketahui, pawai ogoh-ogoh digelar pada Minggu, 10 Maret 2024. Sedangkan malam harinya di hari dan tanggal tersebut, umat Islam telah ada yang mulai melaksanakan berbagai ibadah bulan suci Ramadan.
Sebagai informasi, ormas Muhammadiyah telah menetapkan mulai puasa pada Senin, 11 Maret 2024. Sehingga kegiatan ibadah yang berkaitan dengan bulan Ramadan dimulai pada Minggu malam.
Sedangkan pemerintah dan ormas NU memulai ibadah puasa setelah dilakukan pemantauan hilal.
“Jadi kalau dilihat dari tanggal (ogoh-ogoh dan awal Ramadan) beririsan,” ucapnya.
Menyikapi hal tersebut telah dibangun kesepahaman yang baik dalam kerukunan antar-umat beragama.
“Kesepahaman ini yang tertuang dalam surat edaran wali kota,” jelasnya.
Secara teknis terdapat pengaturan-pengaturan seperti acara ogoh-ogoh dapat dimulai sekitar pukul 09.00 Wita dan selesai maksimal pukul 16.00 Wita.
“Start-nya dimulai dari kantor lurah Cakra Barat sampai Perempatan Cakra,” jelasnya.
Saat ogoh-ogoh dibawa pulang juga diimbau tidak membuat bunyi-bunyian.
“Terutama yang pulangnya waktu magrib karena mungkin harus mendorong ogoh-ogoh ke tempat yang jauh,” ucapnya. (zad/r3)
Editor : Marthadi