LombokPost-Pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Catur Warga, Kota Mataram belum juga tuntas. Pemkot Mataram terus berupaya membebaskan lahan tersebut.
”Ada sebanyak 103 titik yang belum dibebaskan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Hj Lale Widiahning.
Mulai dari dari jembatan Karang Sukun hingga simpang empat Akademi Manajemen Mataram (AMM) yang masih belum dibayarkan. ”Panjangnya sekitar 2,1 kilometer,” terangnya.
Untuk pembebasan lahan Pemkot Mataram sudah menyiapkan anggaran Rp 2 miliar. Pembebasannya akan dilakukan secara bertahap. ”Nanti terkait harga akan dinilai tim apraisal,” jelasnya.
Namun, untuk proses pembayarannya juga masih menemui jalan buntu dengan pemilik lahan. Dikarenakan, pemiliknya tidak berada di tempat. Ada juga yang masih dalam status waris dan sertifikatnya belum dipecah atas nama pribadi. “Yang milik ahli waris ini cukup sulit diselesaikan,” kata dia.
Ada satu ahli waris bersedia menjual. Tetapi, ada ahli waris yang lain juga enggan menjualnya ke Pemkot Mataram. ”Jadi, kalau tanah warisan itu kan harus semuanya setuju dulu. Baru bisa kita bayarkan,” ungkapnya.
Saat ini pembebasan lahan masih dalam tahap koordinasi dengan tim appraisal. Mereka nantinya yang akan turun mengecek nilai lahan beserta bangunannya. ”Semua harus dihitung nanti. Supaya diketahui pasti jumlah yang harus dibayarkan pemerintah,” kata Lale.
Pihaknya, terus melakukan pendekatan. Supaya pemilik lahan mau dibayarkan lahannya.”Ini untuk kepentingan umum,” kata Lale.
Sementara itu, terkait dengan jadwal pembangunan jalan, bukan menjadi wewenang Pemkot Mataram. Melainkan Pemprov NTB. “Ini kan masuk jalan provinsi. Jadi, proses pembangunannya nanti menjadi wewenang pemerintah provinsi,” ungkapnya.
Tugas Pemkot Mataram hanya membantu pembebasan lahan. Tujuannya agar proses pembangunan yang akan dilakukan Pemprov NTB lebih lancar.
”Percuma Pemprov akan menyiapkan anggaran, jika lahannya belum dibayarkan,” kata Lale.
Dari data sebelumnya, Pemkot Mataram telah memperjuangkan pelebaran jalan dari Catur Warga hingga ke Jalan Pendidikan. ”Tetapi, kalau di Jalan Pendidikan sudah dibebaskan semua. Sekarang fokus pembebasan lahan yang belum,” ungkapnya.
Menurutnya, pembebasan lahan tersebut cukup urgen. Sebab di kawasan tersebut rentan terjadinya kemacetan. ”Rawan kecelakaan juga,” ungkapnya. (arl/r3)
Editor : Akbar Sirinawa