LombokPost--Rapat Paripurna DPRD Kota Mataram dengan agenda Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota Mataram akhir tahun anggaran 2023 dan pembentukan panitia khusus dewan digelar.
Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menyampaikan sejumlah capaian dalam kurun satu tahun terakhir pemerintahnya.
“Secara garis besar dapat kami sampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) adalah laporan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah Kota Mataram tahun anggaran 2023,” kata Mohan dalam rapat paripurna, Senin (25/3).
Dikatakan, penyelenggaraan urusan pemerintahan meliputi 3 aspek yaitu kesejahteraan rakyat; pelayanan umum; dan daya saing daerah.
“Anggaran Pendapatan Kota Mataram pada Tahun Anggaran 2023 terealisasi sebesar Rp 1,668 triliun,” ujarnya.
Selanjutnya capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp 492,075 miliar. Anggaran Belanja Daerah di Tahun Anggaran 2023 terealisasi sebesar Rp 1,653 triliun.
Mohan mengatakan, pemerintah terus berkomitmen membangun secara holistik. Hal tersebut tergambar dari Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) tahun 2022 di angka 3,53 persen, pada tahun 2023 naik menjadi 4,51 persen.
“Laju inflasi juga berhasil dikendalikan pada angka 3,04,” terangnya.
Angka kemiskinan turun dari 8,63 persen tahun sebelumnya, menjadi 8,62 persen di tahun 2023. “Ini merupakan catatan positif,” ujarnya.
Di bidang kesehatan, pemerintah memperluas kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar 97,49 persen.
“Dan dianugerahi Universal Health Coverage (UHC) Award,” katanya.
Selanjutnya angka prevalensi stunting turun jauh dari 17,13 persen di tahun sebelumnya, pada tahun 2023, berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) angka prevalensi stunting Kota Mataram menjadi 8,81 persen.
“Capaian ini satu tahun lebih cepat dari target nasional,” urainya.
Capaian ini atas kolaborasi pemerintah dengan stakeholder terkait. Antara lain PKK, GOW, dan Dharma Wanita Persatuan Kota Mataram.
Standar pelayanan kesehatan meningkat dengan berbagai luncuran program RSUD Kelas B Kota Mataram dan pelayanan puskesmas.
Seluruh puskesmas telah lulus Standar Akreditasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan dengan predikat paripurna dari Kementerian Kesehatan RI dan Lembaga Akreditasi Pelayanan Kesehatan.
Di bidang pendidikan, capaian Indeks Standar Pelayanan Minimum (SPM) mencapai 70.93 (Tuntas Pratama). Penataan dan distribusi guru mencapai 91 persen.
“Ini berdampak pada prestasi masing-masing sekolah,” ucapnya.
Berikutnya Rata-rata Lama Sekolah pada Tahun 2023 mencapai 9,56 tahun. Harapan Lama Sekolah mencapai 15,67 tahun.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebelumnya tercatat 79,59, pada tahun 2023 mencapai 81,15.
“Artinya berada pada kategori sangat tinggi,” ujarnya.
Keberhasilan juga dicapai dalam meningkatkan nilai capaian pelaksanaan Reformasi Birokrasi dari 66,17 pada tahun 2022 menjadi 72,31 di tahun 2023.
Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) Kota Mataram berada pada kategori BB dengan nilai 71,02.
“Dalam hal opini BPK, berhasil mempertahankan predikat WTP sembilan kali berturut-turut,” paparnya.
Dalam Survei Ikatan Ahli Perencana (IAP) pada bulan Februari 2024, menempatkan Kota Mataram di peringkat ketujuh Kota Paling Layak Huni di Indonesia.
“Dengan skor Most Livable City Index (MLCI) sebesar 72,2 dari skala 100 poin,” ucapnya.
Hasil ini sesuai dengan hasil survei dari Politic Research & Marketing (Polram) NTB pada kegiatan Studi Regulasi Dan Persepsi Publik Terhadap Kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram tahun 2023.
“Sebanyak 81 persen masyarakat Kota Mataram menyatakan kepuasan terhadap kepemimpinan HARUM,” ucapnya.
Berikutnya, pemerintah juga membangun Wisata Teras Udayana; revitalisasi Taman Loang Baloq menjadi Taman Hiburan Rakyat (THR) Loang Baloq; dan diresmikannya lokasi upacara Segara Yadnya bagi umat Hindu.
Selanjutnya, dibangun ruang publik RTH Pagutan menjadi hutan kota yang indah; Bencingah; Danau Buatan; Bumi Perkemahan; dan berbagai fungsi lainnya.
Pemerintah juga telah membangun lapak permanen bagi UMKM di sejumlah tempat salah satunya di kawasan teras Udayana.
“Ini bentuk keseriusan kami membangun aspek ekonomi,” paparnya.
Sejumlah prestasi ditorehkan antara lain Juara Umum (Porprov NTB) 18-26 Februari 2023; Kota Terbaik yang berkontribusi terhadap penanganan Covid-19 dalam acara PPKM Award; Plakat WTP atas LKPD Tahun Anggaran 2022 yang diraih sembilan kali berturut-turut; Penghargaan Satyalencana Wira Karya.
Anugerah KPAI 2023; Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) kategori Kota terbaik III tahun 2023; Penghargaan STBM Awards Kategori Paripurna Terbaik III oleh Kementerian Kesehatan RI; Predikat sebagai kota terinovatif di ajang Innovative Government Award 2023.
Kota Peduli HAM 2023 dari Kemenkumham RI; Kualitas Pelayanan Publik kategori Kualitas Tinggi. “Dan masih banyak penghargaan lainnya,” ujarnya. (zad)
Editor : Kimda Farida