Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Satu Warga Meninggal Dunia karena Demam Berdarah

Miq Ade • Kamis, 4 April 2024 | 10:00 WIB
PANTAU JENTIK: Kepala Dinas kesehatan Kota Mataram dr Emirald Isfihan saat mengecek saluran.
PANTAU JENTIK: Kepala Dinas kesehatan Kota Mataram dr Emirald Isfihan saat mengecek saluran.

LombokPost--Seorang warga meninggal dunia setelah terkena kasus demam berdarah. Meninggalnya warga tersebut salah satunya diakibatkan terlambat dibawa ke pusat layanan kesehatan.

“Terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Emirald Isfihan, Rabu (3/4).

Dokter Emir berharap peristiwa ini harus jadi pelajaran berharga. Masyarakat diminta waspada agar kasus serupa tidak terulang.

Ia mengingatkan kembali cuaca yang tidak menentu telah mengakibatkan pertumbuhan nyamuk meningkat cepat. Emir menyampaikan hingga pekan ini pihaknya telah menangani 223 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Masyarakat diminta tidak menyepelekan gejala demam yang dialaminya ataupun keluarga. Warga diimbau segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Kami punya 11 puskesmas yang melayani 24 jam, semuanya telah dilengkapi fasilitas mendiagnosis DBD dengan cepat,” terangnya.

Gigitan nyamuk DBD dampaknya harus segera ditangani. Sebagai upaya meminimalkan risiko virus yang ditularkan.

Data memperlihatkan kasus DBD terus meningkat. Jumlahnya telah melampaui kasus tahun 2023.

“Potensi peningkatan masih berpeluang hingga bulan April,” katanya memperingatkan. 

Dokter Emir juga mengingatkan tentang pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Semua pihak diminta terlibat menggalakkan mewujudkan lingkungan bersih.

“Kalau ada kasus laporkan segera ke puskesmas, kepala lingkungan, lurah, atau langsung ke kami,” pintanya.

Keseriusan pihaknya mengendalikan perkembangbiakan nyamuk juga ditempuh dengan menerjunkan tim penyelidikan epidemiologi. “Tugasnya mengecek sarang nyamuk,” ucapnya. 

 Tim nantinya yang akan melakukan verifikasi apakah di lingkungan diperlukan langkah pengasapan atau tidak. “Tapi langkah pencegahan paling bagus adalah dengan PSN,” tegasnya.

Dokter Emir mengatakan, saat ini telah dikampanyekan PSN 4 plus. “Menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mengubur barang-barang bekas, dan memantau jentik secara berkala,” pungkasnya. (zad)

Editor : Hidayatul Wathoni
#Kasus #DBD #Dikes #PSN #Kesehatan #lingkungan #demam #Emirald Isfihan