Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Motor Tertukar hingga Anak Lepas Pengawasan, Satpol PP: Situasi Terkendali

Lalu Mohammad Zaenudin • Kamis, 18 April 2024 | 12:00 WIB
IMBAUAN: Seorang anak berdiri di pinggir pantai Loang Baloq, Kota Mataram.
IMBAUAN: Seorang anak berdiri di pinggir pantai Loang Baloq, Kota Mataram.

 

LombokPost--Momen lebaran ketupat atau topat seperti biasa diwarnai dengan kunjungan wisatawan ke lokasi-lokais wisata. Spot-spot wisata yang ada di Kota Mataram tak luput diserbu para pelancong.

Meski wisatawan meramaikan sejumlah lokasi wisata, situasinya dinilai lebih longgar. “Pantauan di lima lokasi yang kami pantau, tidak sepadat dulu. Sekarang lebih longgar dan tertib,” kata Kasatpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi, pada Lombok Post, Rabu (17/4).

Menurutnya, krodit di pantai terurai disebabkan banyak hal. Salah satunya tersebarnya banyak lokasi wisata di Kota Mataram.

Data lokasi wisata di ibu kota terdapat 21 titik meliputi pantai, wahana permainan anak, kolam renang, hingga taman. “Belum lagi kalau bicara lokasi wisata di luar Kota Mataram,” paparnya.

Meski tak lagi penuh sesak, namun kunjungan wisatawan di lima pantai ibu kota tetap ramai. “Perkiraan ada sekitar 20 ribu warga yang keluar masuk di kawasan pantai kita,” taksirnya.

Dalam pengawasan dan informasi yang dihimpun anggotanya di lapangan, tidak ada kejadian luar biasa pada pengunjung. “Ya kalaupun ada kejadian sifatnya masih bisa tertangani seperti motor tertukar, anak lepas dari pengawasan orang tua,” terangnya.

Aktivitas wisatawan di pantai juga semua dalam pantauan dan kendali. Menurutnya wisatawan lebaran topat kali ini lebih memilih duduk-duduk sambil menikmati keindahan pantai daripada berenang.

“Mungkin karena panas juga ya, mereka banyak yang memilih untuk menikmati pantai sambil menikmati perbekalan,” ujarnya.

Lima kawasan pantai yang dipantau antara lain pantai Mapak, Gading, Tanjung Karang, Boom, dan Bintaro. “Kami juga lakukan pembatasan dengan meminta para wisatawan harus sudah kembali ke rumah masing-masing setelah pukul 18.00 WITA,” ucapnya.

Irwan mengatakan, pengunjung patuh mengikuti arahan petugas. Saat sore harinya situasi pantai sudah lengang dan hanya menyisakan para pedagang.

“Kebetulan juga hujan turun, jadi warga sudah balik semua ke rumah masing-masing,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra belum dapat menyampaikan jumlah wisatawan yang “menyerbu” ibu kota. “Tapi kalau melihat kemacetan yang tidak putus-putus cukup besar,” ujarnya. (zad)

 

Editor : Hidayatul Wathoni
#wisatawan #satpolpp #ibu kota #Lebaran Topat #Mataram #Irwan rahadi #pantai