Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mataram Siap-siap Masuk Babak Baru Pengolahan Sampah

Lalu Mohammad Zaenudin • Kamis, 18 April 2024 | 10:00 WIB
MODERN: Tampak depan TPST Sandubaya.
MODERN: Tampak depan TPST Sandubaya.

LombokPost--Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Mataram Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi mengatakan keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya akan sangat besar dampaknya terhadap penanganan sampah ibu kota. Terlebih kondisi produksi sampah yang terus meningkat sebagai dampak perkembangan daerah. 

TPST itu akan menjadi tumpuan utama ibu kota. Lalu secara bertahap melepas ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongoq.

Kelebihan TPST ini pada hadirnya sentuhan teknologi untuk pengelolaan sampah. “Ada dampak ekonomi yang kita harapkan hadir juga bagi masyarakat yang nantinya bekerja di sana,” kata Denny, Rabu (17/4).

Sentuhan teknologi membuat output pengelolaan sampah lebih beragam. Mulai dari pupuk kompos, bahan anorganik yang siap jual, maggot, dan bubur pakan maggot.

Saat ini TPST masih dikerjakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Nusa Tenggara Barat (BPPW NTB). Sementara pihak balai telah menunjuk rekanan PT Unggul Sokaja, konsultan pengawas CV Kekalik Multi Cipta, dan konsultan perencana CV Momen Estetika Konsultan. 

Anggaran pembangunan TPST sebesar Rp 19,98 miliar. Pengerjaannya berlangsung selama 240 hari kalender atau mulai dikerjakan pada 13 September 2023 dan ditaget selesai 9 Mei 2024.

Melihat urgentnya keberadaan TPST tersebut, Denny berharap pengerjaanya dapat tuntas tepat waktu. “Kalau ditanya optimis, ya kami optimis bisa selesai pada waktu yang telah ditentukan,” ucapnya.

Dalam takisrannya, TPST itu telah rampung sekiar 80 persen lebih. “Tapi tentu yang lebih tahu persis realiasi pengerjaan adalah pihak BPPW,” ucapnya.

Untuk diketahui, TPST Sandubaya saat ini berstatus proyek pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Proyek itu dikerjakan oleh BPPW NTB.

Nantinya setelah tuntas, barulah diserahterimakan ke Pemkot Mataram. Dengan kata lain, kewenangan pengerjaan saat ini sepenuhnya menjadi milik instansi vertikal tersebut.

Namun yang pasti, TPST ditekankan adalah masa depan sekaligus babak baru penangangan persampahan ibu kota. “Ini akan jadi peradaban baru dalam penanganan persoalan sampah ibu kota dan perlahan-lahan cara konvensional dengan angkut-buang akan kita kurangi ketergantungannya,” ucapnya.

Dalam kaitannya dengan cita-cita mengembalikan piala Adipura ke ibu kota, keberadaan TPST itu juga instrumen strategis. Sehingga, tekadnya mengembalikan piala bergengsi itu bukan sekadar mimpi tanpa aksi.

“Kita punya budidaya maggot yang sudah mulai berjalan dan TPST yang akan lebih maksimal lagi menangani persoalan sampah ibu kota,” paparnya.

Pengolahan sampah akan ditunjang fasilitas TPST yang lengkap. Sebagaimana fasilitas TPST di daerah lain, dilengkapi fasilitas antara lain hanggar, bangunan kantor, ruang maggot, biopond maggot, mesin conveyor, mesin pencacah sampah organik, mesin pres plastik, mesin pemilah sampah, motor roda tiga, dum truk, dan sarana pengolahan sampah.

Berbagai fasilitas kelengkapan TPST itu sepenuhnya akan diadakan oleh pemerintah pusat. “Kita tinggal terima barang jadi, dan kami optimistis bulan depan, TPST Sandubaya sudah mulai dimanfaatkan,” harapnya. (zad)

 

 

 

 

 

Editor : Hidayatul Wathoni
#Kota Mataram #LH #sampah #TPA #Sandubaya #BPPW #tpst #Nizar Denny Cahyadi #Pengolahan #NTB