Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Setelah Menunggu 15 Tahun, Jembatan Kampung Remora Diusulkan Perbaikan

Lalu Mohammad Zaenudin • Minggu, 28 April 2024 | 06:00 WIB
ANGIN SEGAR: Kondisi jembatan Remora dari bambu di kampung Remora, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
ANGIN SEGAR: Kondisi jembatan Remora dari bambu di kampung Remora, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

LombokPost--Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menepati janjinya. Jembatan bambu di kampung Remora, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram telah diajukan anggaran perbaikannya melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT).

Seperti diketahui, sekitar 15 tahun warga di sebrang sungai merindukan jembatan lebih permanen. Dalam kurun waktu itu, warga secara swadaya mengumpulkan uang untuk membuat jembatan bambu. Jembatan itu, pun tidak bisa bertahan lama dan telah diperbaiki berulang kali karena ambruk.

“Oh ya, jembatan Remora sudah kita ajukan di ABT setelah kita juga buatkan desainnya,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning, Kamis (25/4).

Pengajuan anggaran jembatan melalui ABT, bersamaan juga dengan jembatan penghubung di lingkungan Monjok. “Ada jembatan yang menghubungkan warga Monjok dengan pekuburan,” terangnya.

Lale mengatakan,anggaran perbaikan jembatan Remora membutuhkan biaya sebesar Rp 200 juta. “Kami akan buat lebih permanen dengan rangka besi,” ucapnya.

Warga Remora yang terdiri atas belasan KK membutuhkan akses jalan yang lebih kokoh. Di samping keperluan anak-anak yang akan bersekolah.

“Memang ada beberapa program yang tertinggal, kemudian kita ajukan bersamaan untuk dapat anggaran melalui ABT. Salah satunya jembatan Remora itu,” terangnya.

Lale memastikan pengusulan anggaran jembatan Remora untuk dikerjakan tahun ini. “Pembahasan ABT sudah harus selesai sebelum Agustus. Jadi bulan Juli akan dibahas oleh dewan,” ucapnya.

Selanjutnya komitmen dan dukungan politik dibutuhkan untuk memastikan anggaran jembatan itu dapat keluar tahun ini. “Nanti kalau sudah diketok oleh dewan dan anggaran keluar baru bisa kita mulai perbaiki,” pungkasnya. (zad)

 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Kota Mataram #jembatan #Anggaran #PUPR #abt #lale widiahning #REMORA