LombokPost-Kelurahan menjadi garda terdepan pemerintah memberikan pelayanan ke masyarakat.
Seluruh lurah di Kota Mataram dituntut untuk terus berinovasi.
”Kami telah melakukan evaluasi,” kata Kabag Pemerintahan Kota Mataram I Made Putu Sudarsana.
Hanya ada enam lurah di Kota Mataram yang dievaluasi dan telah menunjukkan inovasi.
”Yang kami evaluasi itu dilihat dari sisi kemasyarakatan, pemerintahan, dan kewilayahan,” kata dia.
Misalnya membuat aplikasi pelayanan.
Tujuannya untuk mempermudah proses pelayanan kepada masyarakat.
”Jadi, masyarakat tidak lagi berbondong-bondong datang ke kelurahan,” jelasnya.
Ada juga yang mengambil isu stunting, kemiskinan ekstrem, dan kewilayahan.
Seperti apa lurah berinovasi itu untuk menekan isu tersebut.
”Banyak yang bisa digali untuk memunculkan inovasi baru,” kata dia.
Banyak petugas di kelurahan yang bergelut dengan kegiatannya.
Tetapi, lupa sebenarnya ada inovasi yang bisa dimunculkan dalam bekerja.
”Itu yang harus dipikirkan sehingga bisa memberikan contoh bagi kelurahan lain,” terangnya.
Misalnya di kelurahan Karang Pule.
Di wilayahnya tercatat ada sebanyak 200 balita dan batita yang dinyatakan stunting.
”Dengan kerja keras di kelurahan berhasil menurunkan angka stunting tersebut,” kata dia.
Pada tahun 2022 tercatat angka stunting di wilayah tersebut menurun menjadi 159 balita dan batita.
Bahkan, sampai saat ini tinggal sebanyak 75 balita dan batita yang menderita stunting.
“Inovasi dan kerja keras di kelurahan itu membuktikan bahwa di tiap kelurahan itu bisa menyelesaikan persoalan,” kata dia.
Belum lagi berbicara mengenai inflasi dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
Beberapa kelurahan sudah menciptakan inovasi untuk mengatasi itu.
”Di beberapa kelurahan sudah menciptakan kemandirian pangan di wilayahnya. Mengajak masyarakat untuk menanam berbagai jenis kebutuhan dapur,” terangnya.
Termasuk yang menjadi atensi adalah penanganan sampah.
Seperti apa petugas di kelurahan memberikan edukasi secara masif melakukan pemilahan sampah dari rumah.
“Dengan menjadikan lingkungan yang sehat masyarakat pun akan lebih sehat,” kata dia.
Beberapa penilaian yang sudah dikerjakan masing-masing kelurahan akan menjadi catatan.
Nantinya, yang terbaik akan diikutkan lomba mewakili Kota Mataram di tingkat provinsi.
”Bahkan bisa sampai level nasional. Untuk itu kami lakukan evaluasi ke semua kelurahan,” tegasnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida