Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Aset Kota Mataram Belum Dikelola Maksimal, Gedung Gudang Farmasi di Pagutan Mangkrak

Galih Mega Putra S • Sabtu, 18 Mei 2024 | 10:25 WIB
CEK BANGUNAN: Sekda Kota Mataram berjalan di depan gedung Farmasi milik Dinas Kesehatan Kota Mataram saat mengecek kondisi aset di kawasan Pagutan, Mataram, kemarin (17/5). (harli/Lombokpost)
CEK BANGUNAN: Sekda Kota Mataram berjalan di depan gedung Farmasi milik Dinas Kesehatan Kota Mataram saat mengecek kondisi aset di kawasan Pagutan, Mataram, kemarin (17/5). (harli/Lombokpost)

LombokPost-Sejumlah aset milik Kota Mataram belum mampu dikelola maksimal.

Salah satunya gudang farmasi yang berada di wilayah Pagutan.

Dari pantauan Koran ini, gedung tersebut dimanfaatkan seorang warga untuk membuka usaha tambal ban.

Tepatnya di pintu masuk menuju gedung.

Di halamannya sudah ditumbuhi semak-semak.

Bahkan, disamping sebelah utara dipenuhi kotoran tanah urug.

Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri pun turun melihat kondisi gedung tersebut.

Dia juga prihatin melihat aset yang tidak terurus.

"Harusnya ini bisa dimanfaatkan," kata Alwan.

Dia menjelaskan, di samping gedung farmasi itu terdapat aset Kota Mataram lain.

Namun, hanya ada bangunan kecil.

"Itu digunakan sebagai Pustu (Puskesmas Pembantu)," kata dia.

Kondisi Pustu itu pun menurutnya tidak layak.

"Hanya menggunakan satu kamar," keluhnya.

Seharusnya, gedung farmasi tersebut bisa dimanfaatkan sebagai Pustu.

Menurutnya sangat layak jika dibangun Pustu.

"Apalagi saat ini Pemkot Mataram lagi terus membangun memberikan pelayanan kesehatan ke masyarakat dengan akses yang lebih cepat," kata dia.

Sehingga di kawasan bagian selatan Kota Mataram dapat mengcover pelayanan kesehatan yang maksimal juga.

"Cocok dijadikan Pustu gedung itu," harapnya.

Pihaknya nanti berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram.

Apakah bisa memungkinkan dibangun Pustu atau tidak.

"Karena pembuatan Pustu perlu penyiapan anggaran. Guna menyiapkan fasilitas kesehatannya demi kenyamanan masyarakat," kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Kota Mataram dr Emirald Isfihan mengatakan, gudang farmasi itu sebenarnya masih berfungsi.

Hanya saja, dibuka sesekali untuk dijadikan tempat menyimpan barang.

"Pada saat pak Sekda turun, saya tidak ikut turun. Jadi saya turun ke yang lain," kata Emirald.

Terkait dengan arahan Sekda untuk menjadikan gedung tersebut menjadi Pustu belum dikomunikasikan.

"Tetapi nanti pasti saya akan diajak bicara juga. Peruntukannya cocok untuk apa," ujarnya.

Untuk khusus pembangunan Pustu, Dikes memiliki program hingga tahun 2028 terdapat 50 Pustu yang akan didirikan.

Dibangun di masing-masing kelurahan. "Satu kelurahan memiliki satu Pustu," jelasnya.

Program tersebut sudah disiapkan sejak tahun 2025. Di tahun depan, akan dibangun sebanyak 15 Pustu terlebih dahulu.

"Nanti kita bangun secara bertahap setiap tahunnya hingga tercapai sebanyak 50 Pustu di Kota Mataram," terangnya.

Tahun ini tidak ada program renovasi atau pembangunan Pustu.

Yang ada hanya pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah.

Kantornya saat ini masih numpang di kantor Dikes. Sehingga saat diusulkan melalui DAK di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah disetujui. "Anggarannya Rp 3,3 miliar. Segera mau memasuki tender," pungkasnya. (arl/r3)

Editor : Kimda Farida
#kota #Mataram #aset