Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bangunan Kota Tua Ampenan Akan Dicat, Penghuni Bahagia

Lalu Mohammad Zaenudin • Sabtu, 18 Mei 2024 | 20:05 WIB
PENATAAN: Pekerja tengah membersihkan dinding bangunan yang mengelupas sebelum dilakukan pengecatan, kemarin (17/5). (ivan/LombokPost)
PENATAAN: Pekerja tengah membersihkan dinding bangunan yang mengelupas sebelum dilakukan pengecatan, kemarin (17/5). (ivan/LombokPost)

LombokPost-Tahapan pengecatan Kota Tua Ampenan dimulai.

Pengecatan ini bagian dari penataan kawasan bersejarah tersebut.

Saat tahapan sosialisasi, warga pemilik bangunan tua menyambut baik rencana ini.

“Program ini disambut antusias. Penghuni bangunan bahagia,” kata Lurah Bintaro Rudy Herlambang, Jumat (17/5).

Bangunan tua yang akan dicat warna hijau giok itu masuk dalam kelurahan Bintaro.

“Dari (jalan) Pabean semua dari ujung Gapura (Ampenan) sampai eks pelabuhan, kemudian di jalan Saleh Sungkar sampai Kelvin Selular, itu wilayah kami,” ucapnya.

Ia bersama tim, langsung turun menemui pemilik bangunan tua menyosialisasikan rencana pengecatan.

“Kami door to door menemui pemilik,” jelasnya.

RT dan tokoh masyarakat dilibatkan.

Penghuni bangunan tua itu kemudian didatangi satu persatu untuk diberikan gambaran penataan.

“Kami print-kan juga seperti gambar penataannya,” jelasnya.

Alhasil, rencana itu disambut positif.

Tidak ada pemilik keberatan.

Beberapa di antaranya tidak sabar dengan dimulainya program pengecatan.

“Kami bahkan ditanya, kapan program mulai dikerjakan, mereka rata-rata merasa terbantu dengan program ini,” paparnya.

Selain pengecatan, pemilik bangunan antusias dengan perbaikan sisi bangunan tua yang retak.

“Kami menyampaikan pemerintah akan membantu perbaikan jendela, atap, dan tembok yang retak, ini yang membuat mereka antusias,” tuturnya.

Bahkan ada juga pemilik bangunan mempertanyakan kontribusi penataan.

“Mereka bertanya ‘berapa kira-kira yang akan kami keluarkan biaya’?, kami jawab ‘tidak ada. Semua gratis ditanggung pemerintah’, dan mereka sangat senang,” imbuhnya.

Total bangunan tua di kelurahan Bintaro yang masuk daftar pengecatan dan perbaikan sebanyak 37 unit.

Jumlah itu dihimpun berdasarkan hasil survei tim bersama Dinas PUPR.

“Ada bangunan tua yang juga perlu diperbaiki seperti di pojok (jalan Pabean),” paparnya.

Selain yang berpenghuni, terdapat juga bangunan tua kosong.

Pemiliknya berada di luar daerah dan ada yang sudah meninggal dunia.

“Untuk yang seperti itu, kami menemui keluarganya dan meminta izin pengecatan. Respons mereka juga antusias. Jadi kami pastikan semua sudah terkomunikasikan,” tuturnya.

Saat ini kawasan mulai dikerjakan.

Di tahap awal, pekerja melakukan pengamplasan untuk memaksimalkan hasil pengecatan.

“Waktu turun (meninjau), masih dilakukan pengamplasan. Setelah itu nanti akan dipelamir, baru dicat,” ucapnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning sebelumnya mengatakan, penataan bertujuan memperkuat rekaman kesejarahan bangunan dan meningkatkan minat wisatawan.

“Semua (pemilik bangunan tua) menerima dengan baik,” ucapnya.

Total biaya penataan mencapai Rp 850 juta. Anggaran ini mencakup pengecatan dan perbaikan sisi bangunan retak.

Warna yang dipilih disepakati hijau giok.

Warna ini mencerminkan nuansa etnis Tionghua, selain merah dan kuning.

Dalam ilmu Feng Shui Tiongkok, warna hijau giok mencerminkan keberuntungan dan kebahagiaan.

Pemerintah berharap, pemilihan warna ini menghadirkan keberuntungan dengan melimpahnya wisatawan ke kawasan itu.

“Membawa keberuntungan bagi ibu kota,” harapnya.

Disiapkan anggaran pengecatan sebesar Rp 550 juta.

Selain itu ada penambahan ornamen berbentuk bola beton untuk mempercantik pedestrian jalan.

“Biaya yang disiapkan untuk membuat bollard (bola beton pinggir jalan) Rp 300 juta,” ucapnya.

Saat ini tersedia anggaran Rp 200 juta.

Tambahan kekurangan anggaran akan diusulkan dalam APBD Perubahan 2024. (zad/r3)

Editor : Kimda Farida
#kota tua #Ampenan #Mataram