Bangun Riprap Pemecah Belombang, Pemkot Mataram Minta Rp 45 Miliar
Galih Mega Putra S• Selasa, 21 Mei 2024 | 12:45 WIB
ABRASI CUKUP PARAH: Sejumlah perahu berjejer di garis pantai Ampenan, beberapa waktu lalu. Kawasan itu termasuk dalam abrasi yang cukup parah dan mengancam pemukiman warga. (DOK LOMBOK POST)
LombokPost-Kondisi garis pantai di Kota Mataram mengkhawatirkan.
Pemkot Mataram jemput bola meminta anggaran ke pusat untuk pembangunan riprap atau pemecah gelombang.
”Sudah kita usulkan. Kita minta Rp 45 miliar,” kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana.
Anggaran tersebut diusulkan untuk membangun riprap di sepanjang 9,1 kilometer garis pantai Mataram.
Terpisah, Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning mengatakan, pemasangan riprap di kawasan garis pantai itu sangat diperlukan.
Hal itu langsung disampaikan pada saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kota Mataram, beberapa waktu lalu.
”Pak Wali (Mohan Roliskana) sudah bertemu dengan Menteri PUPR membicarakan permohonan tersebut,” kata Lale.
Hasil pertemuan itulah ditindaklanjuti dengan mengusulkan proposal ke Kementerian PUPR.
Teknisnya, proposal yang diusulkan Pemkot Mataram hanya memperkuat proposal dari Balai Wilayah Sungai (BWS) NTB.
”Pihak BWS sudah juga mengajukan proposal pemasangan riprap di garis pantai Mataram. Proposal kita ini hanya menguatkan,” kata dia.
Karena, yang mengerjakan proyek tersebut adalah pihak dari Kementerian PUPR. Bisa melalui BWS NTB. “Kita nanti hanya menerima manfaat atas pembangunan itu,” ujarnya.