Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dinilai Semrawut, Pemkot Mataram Mulai Tata PKL Jalan Udayana

Galih Mega Putra S • Sabtu, 25 Mei 2024 | 11:22 WIB
SIDAK: Sejumlah anggota Komisi IIII DPRD Kota Mataram melihat kondisi lapak yang berada di dekat Teras Udayana, beberapa waktu lalu.(HARLI/LOMBOK POST)
SIDAK: Sejumlah anggota Komisi IIII DPRD Kota Mataram melihat kondisi lapak yang berada di dekat Teras Udayana, beberapa waktu lalu.(HARLI/LOMBOK POST)

LombokPost-Pemkot Mataram terus menata Jalan Udayana.

Termasuk, pedagang kaki lima (PKL) yang dianggap membuat semrawut kawasan tersebut.

Untuk melakukan penataan tersebut, Pemkot menurunkan tim terpadu yang diisi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Seperti, Dinas Perdagangan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pariwisata, beserta lurah dan camat.

”Kita ingin kawasan udayana tetap terlihat bersih, asri, dan indah. Terutama tetap terjaga ketertiban masyarakat,” kata Sekretaris DLH Kota Mataram Irwansyah.

Sebelum turun, pihaknya sudah melakukan pemetaan.

Sejumlah pedagang juga sudah diimbau.

”Kita lakukan pemetaan selama sebulan. Kita lihat ada beberapa lapak pedagang yang dianggap mengganggu keindahan taman kota,” jelasnya.

Beberapa pedagang malah menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan.

Hal itu tentu mengganggu masyarakat yang berkunjung ke kawasan tersebut.

”Ada juga masyarakat yang menggunakan lapak sebagai tempat menginap. Hal itu memberikan kesan kumuh,” terangnya.

Dengan komunikasi yang baik, dinas memberikan pemahaman, para pedagang pun tersadar dan ingin mematuhi aturan.

”Kita hanya tata mereka agar lebih tertib. Tidak ada gejolak atau protes. Pedagang bersedia dipindahkan jualannya,” ungkapnya.

Sesuai arah Wali Kota Mataram, Udayana yang kini menjadi andalan taman Kota harus dijaga tetap bersih.

Agar para pengunjung tetap nyaman.

”Kami juga mengimbau sejumlah pedagang turut menjaga kebersihan. Harus membuang sampah pada tempatnya,” imbaunya.

DLH Kota Mataram sudah menyediakan bak sampah di kawasan tersebut.

Baik bak sampah organik maupun organik.

”Tujuannya supaya bisa langsung dipilah di tempat membuangnya,” kata dia.

Saat ini, Kota Mataram sudah memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya. 

Sudah mulai diuji coba.

”Dengan masyarakat membantu pemilhan sampah organik dan non organik bisa lebih mudah pengolahannya nanti,” kata dia.

Sampah organik rencana bisa dijadikan sebagai pengembangan budi daya maggot.

Sedangkan, sampah non organik dapat dikembangkan pembuatan batako dan pengembangan karya seni dari sampah.

”Petugas yang akan membuat itu sudah disiapkan. Kalau SDM (sumber daya manusia) sudah ada,” tegasnya.

Penanganganan sampah itu tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu bantuan dari masyarakat.

”Yang dibutuhkan adalah kesadaran juga dari masyarakat. Kalau pun ada sampah harus dibuang pada tempatnya,” imbaunya. (arl/r3)

Editor : Kimda Farida
#PKL #Udayana #Mataram