LombokPost-Pemkot Mataram terus melirik investasi yang ramah lingkungan.
Salah satunya pengembangan Fly Ash Bottom Ash (FABA) atau abu sisa proses pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
”Kami sudah melakukan survei ke lokasi pengelolaan FABA di PLTU Jeranjang untuk pengembangan industri ke depan,” kata Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri.
Untuk pengelolaannya, Pemkot Mataram bakal menggandeng PLN IP Jeranjang.
”Kalau pembicaraan dengan PLN sudah dilakukan. Tinggal kita tindak lanjuti nanti untuk penandatanganan perjanjian untuk pengembangannya,” kata dia.
Saat berkunjung melihat pengelolaannya, Pemkot Mataram tertarik dengan industri pengelolaan FABA.
Abu sisa proses pembakaran batu bara itu bisa dijadikan batako.
”Itu nantinya bisa kita pasang untuk pembangunan Kota Mataram yang ramah lingkungan,” jelasnya.
Diharapkan kerja sama itu nantinya bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Terutama memberikan dampak pada pembangunan infrastruktur, menciptakan produk yang bermanfaat, dan pembangunan yang ramah lingkungan.
”Nanti hasil pengelolaan FABA itu bisa kita manfaatkan sebaik-baiknya.Nanti akan kita uji coba di beberapa tempat,” ujarnya.
Dari hasil pantauan di lapangan, potensi pengembangan FABA cukup besar. Sehari itu bisa menghasilkan FABA hingga 80,5 ton.
”Jika kita ikut andil mengembangkan itu, bisa memberikan dampak pembuatan batako untuk pembangunan infrastruktur yang lebih banyak,” kata dia.
Terpisah, Senior Manajer Pembangkit PLN Wilayah NTB Sigit Harjono menyambut baik rencana Pemkot Mataram turut serta mengembangkan FABA.
”Kami siap bersinergi dengan Pemkot Mataram untuk pengembangan FABA,” kata Sigit.
Langkah itu bagian dari PLN mendukung program Pemkot Mataram.
Terutama dalam membangun Kota Mataram yang ramah lingkungan.
”Kerja sama ini nantinya bisa membuka peluang kepada semua kalangan. Termasuk seluruh dinas dan masyarakat luas untuk menggunakan batako pengelolaan FABA,” ujarnya.
Limbah FABA sudah dikelola dengan baik. Tidak mencemari lingkungan.
Hal itu sudah diperlihatkan pada workshop pengelolaan FABA.
“Pemkot Mataram sudah melihat secara langsung prosesnya. Sudah dipastikan produk yang dihasilkan ramah lingkungan. Cara itu kami perlihatkan sebagai bentuk transparansi dalam pengelolaan limbah industri,” pungkasnya. (arl/r3)
Editor : Marthadi