LombokPost-Peta politik Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Mataram 2024 masih dinamis.
Sampai saat ini belum ada satu bakal pasangan calon (bapaslon) yang sudah final deklarasi tampil di Pilkada Serentak 2024.
Termasuk pasangan petahana H Mohan Rolsikana-TGH Mujiburrahman atau Harum jilid 1 belum dapat dipastikan berlanjut ke jilid 2.
Sekretaris DPD 2 Partai Golkar Kota Mataram Usman TS saat dikonfirmasi kepastian Harum jilid 2, mengatakan masih harus menunggu deklarasi.
“Belum (deklarasi),” kata Usman, usai mengantarkan berkas pendaftaran bakal calon wali kota H Mohan Roliskana dan bakal calon wakil wali kota TGH Mujiburrahman ke PKS Kota Mataram, (27/5).
Saat ini sudah ada muncul aspriasi untuk melanjutkan duet Mohan-Mujib di Pilwali Kota Mataram 2024.
Tetapi keputusan akhir tetap ada di DPP Golkar.
Selain itu, peluang berlanjutnya Mohan-Mujib bergantung pula dari hasil pembicaraan dengan partai koalisi.
Sebagaimana diketahui, perolehan kursi Golkar di pileg 2024 kemarin adalah tujuh kursi.
Jumlah ini merosot turun bila dibandingkan perolehan kursi Golkar hasil pileg 2019. Saat itu Golkar sukses mengemas sembilan kursi.
Perolehan tujuh kursi ini belum cukup mengusung pasangan calon.
Syarat minimal kursi mengusung pasangan calon adalah delapan kursi.
Mau tidak mau, Golkar harus membangun koalisi.
Paling tidak dengan partai yang punya satu kursi di DPRD Kota Mataram.
Situasi inilah yang ‘memaksa’ Golkar harus membuka diri dalam pembicaraan komitmen politik dengan parpol koalisi.
Termasuk kemungkinan lanjut atau tidak pasangan Mohan-Mujib.
Faktor lain pertimbangan melanjutkan paket Harum jilid 2 adalah hasil survei.
Usman mengatakan saat ini tengah berlangsung survei melihat elektabilitas Mohan dan Mujib.
“(Deklarasi Mohan-Mujib) menunggu hasil survei yang rilis bulan Mei,” ucapnya.
DPP nantinya akan mengevaluasi hasil survei Mohan-Mujib.
Dengan kata lain, bila survei paket ini turun, kemungkinan berubah terbuka.
Peluang paket ini bubar juga terbuka bila muncul pasangan calon yang lebih kuat dibanding Mohan-Mujib.
Sehingga mengharuskan menyiapkan skema pasangan lebih tangguh.
Usman mengatakan, keputusan kader Golkar Mataram mendaftarkan Mohan-Mujib berpasangan didasari surat tugas DPP Golkar.
“Yang mendapatkan surat tugas adalah pak Mohan sebagai bakal calon wali kota dan TGH Mujib sebagai bakal calon wakil wali kota,” paparnya.
Terbitnya surat tugas itu juga yang menjadi dasar DPD 2 Golkar Kota Mataram tidak membuka pendaftaran bakal calon wali kota dan bakal calon wakil wali kota.
“Ini sesuai juga dengan kebijakan dan petunjuk pusat, bahwa kita tidak membuka pendaftaran karena kita sudah punya dua kader terbaik (Mohan dan Mujib, Red),” tekannya.
Rahman Buka Peluang dengan Petahana
Sementara itu, Bakal Calon Wali Kota Mataram Abd Rahman, mengembalikan berkas pendaftaran ke PKS.
Pria yang juga ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram itu mengatakan, selain dengan PKS ia juga intens berkomunikasi dengan partai lain.
“Sejauh ini, intens dengan empat partai,” ucapnya.
Yang menarik, Rahman merespons belum pastinya kursi pendamping Mohan Rosikana.
Pria yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kota Mataram ini memandang situasi politik secara umum di ibu kota masih sangat cair.
“Saya kira semua masih cair ya, termasuk itu (Mohan-Mujib, Red). Jauh-jauh hari kami juga telah menyampaikan, kemungkinan dengan petahana (Mohan, Red) terbuka,” paparnya.
PKS Tawarkan Parhi dan Karman
Ketua PKS Kota Mataram Ismul Hidayat mengungkapkan tawaran pasangan calon sebagai syarat koalisi dengan Golkar.
“Kita ada dari politisi yakni Bu Parhi dan kalangan profesional yakni pak Karman,” ungkapnya.
Tawaran ini disebutnya politik realistis yang dapat dibangun dengan partai Golkar.
“Ya kalau kita melihat hasil pemilu 2024 di Kota Mataram, Golkar meraih suara tertinggi sedangkan kami suara terbanyak kedua. Artinya wajar kami membidik kursi nomor dua kalau koalisi dengan Golkar,” ucapnya.
Terlepas dari itu, Ismul melihat peta koalisi partai di Pilgub 2024 juga dapat berpengaruh besar pada komposisi koalisi di kabupaten/kota.
“Kalau koalisi di Pilgub misalnya terbangun antara PKS-Gerindra, bisa saja linier sampai ke kabupaten/kota,” pungkasnya. (zad/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post