Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berkenalan dengan Adye, Fotografer Motor Sport, Pengalaman Tak Terlupa Saat Foto Kamar ‘Dewasa’

Lalu Mohammad Zaenudin • Rabu, 29 Mei 2024 | 14:10 WIB
Nyoman Adye Sanjaya (ADYE FOR LOMBOK POST )
Nyoman Adye Sanjaya (ADYE FOR LOMBOK POST )

LombokPost-Tidak banyak orang yang berhasil menjadikan hobi sebagai sumber pendapatan.

Sejatinya, mereka adalah orang-orang paling merdeka dalam bekerja. 

Nyoman Adye Sanjaya telah menjadi fotografer motor sport dalam dua tahun terakhir.

Tetapi, sejatinya dia telah menggeluti dunia fotografi jauh sebelum itu.

“Kalau menggeluti dunia fotografi sejak tahun 2010,” tuturnya pada Lombok Post, Selasa (28/5).

Ia mengawali karir profesionalnya sebagai fotografer untuk landscape dan interior.

Skillnya yang terasah lalu membawanya masuk dalam pengambilan gambar lebih menantang: motor sport.

“Semuanya berawal dari hobi,” ungkapnya.

Ketika menjadi fotografer interior pahit-manis pengalaman telah dilaluinya.

“Manisnya mungkin pernah dapat job dengan nilai bayaran yang menurut saya lumayan besar,” ucapnya.

Sedangkan pengalaman unik, salah satu yang dialami ketika ia mendapat job foto interior penginapan yang kerap dipakai aktivitas ‘dewasa’.

Abye mengatakan, sebagai fotografer profesional ia dituntut untuk bisa mengambil angle terbaik agar interior terlibat mewah dan menarik.

“Saya sempat kesulitan mengurangi tampilan noda-noda yang banyak menempel di atas tempat tidurnya,” ungkapnya, tersenyum.

Meski begitu Adye tetap profesional.

Permintaan klien untuk foto terbaik interior kamar itu, dikerjakan sebaik-baiknya.

“Ya hasilnya cukup bisa mengurangi (noda), walaupun tidak bisa sepenuhnya hilang,” sambungnya.

Keputusan fokus ke foto motor sport, sebenarnya tak ada kaitan dengan pengalaman yang diceritakan di atas.

Adye merasa, keberadaan Sirkuit Mandalika sebagai anugrah bagi dirinya yang menggeluti dunia fotografi.

“Sebenarnya tidak hanya motor sport, bisa juga olah raga lain seperti sepak bola, lari dan lain-lain,” ucapnya.

Kontrak kerja sama dilakukan bisa langsung antara dirinya dengan pembalap atau dengan manajemen.

Salah satu mimpi Adye adalah menjadi fotografer bagi pembalap profesional dunia.

“Itu yang belum kesampaian, semoga suatu saat bisa terwujud. Saat ini masih untuk fotografer balap motor amatir,” ujarnya.

Bukan hanya tawaran royalti atas karyanya yang bisa jadi berlipat-lipat kali lebih besar.

Adye memimpikan pengalaman yang semakin banyak dan kesempatan ke berbagai negara berburu foto.

“Saya pikir semua fotografer memimpikan itu,” ucapnya.

Adye mengatakan, tantangan menjadi fotografer interior dan motor sport memiliki tingkat kesulitan berbeda.

“Kalau foto interior kita dituntut berkarya di atas karya orang lain (desain interior bangunan),” ucapnya.

Sedangkan fotografer motor sport dituntut kejelian mengambil momen.

“Dalam sepersekian detik, harus bisa mengambil gambar dengan cepat,” pungkasnya. (lalu mohammad zainuddin/r3)

Editor : Kimda Farida
#hobi #foto