LombokPost-Hasil karya desainer Ratna Lie sudah tidak diragukan lagi.
Karya-nya sudah cukup terkenal.
Sering langganan digunakan para modeling di NTB dan para pejabat.
Bahkan yang menjadi kebanggaannya hasil desain bajunya digunakan para artis papan atas.
Sejak remaja Ratna Lie sudah mengenal dunia menjahit. Dikenalkan sang ibu bernama Tantri.
Keahlian ibunya menurun ke dirinya.
Hingga dia terus kembangkan dan kuliah mengambil jurusan fashion design di Arva Fashion School Surabaya.
Berbekal ilmu, keahlian, dan pengalaman, Ratna Lie semakin kepakkan sayap di dunia desainer.
Setelah 12 tahun bergelut di dunia desainer, barulah Ratna Lie semakin terkenal.
Bahkan, mampu bersaing dengan desainer papan atas di Indonesia. Kerap diminta sebagai desainer sejumlah artis.
”Ada beberapa artis yang sering menggunakan hasil desain kami. Seperti, Dewi Persik, Jenita Janet, Via Damayanti, dan Via Valen,” kata Ratna.
Awal mula, hasil desainnya digunakan para artis setelah memasarkan karyanya di media sosial.
Instagram dan facebook.
“Banyak tuh model baju yang saya upload,” kata dia.
Tiba-tiba, seseorang mem-follow akun media sosialnya. Lalu menghubunginya via chat.
”Mengaku sebagai manajemen artis,” terangnya.
Pihak manajemen tersebut tertarik dengan desain baju miliknya. Meminta untuk bekerjasama.
”Istilah kata lainnya mengajak untuk endorse,” tuturnya.
Namun, Ratna masih belum percaya. Karena, orang yang menghubunginya meminta mengirimkan baju ke Jakarta.
”Awalnya tidak berani. Takut ditipu,” kata dia.
Saking penasarannya, Ratna pun mengkroscek manajemen artis tersebut. Mempertanyakan ke beberapa teman desainer di Jakarta yang dikenalnya.
”Teman saya yang juga sebagai desainer bilang bahwa betul yang menghubunginya adalah manajemen artis,” ungkapnya.
Dari situlah, Ratna berani mengirimkan baju desainnya ke Jakarta. Namun, masih dibayangi perasaan was-was.
”Tetapi, biar sudah saya rugi. Hilang satu desai baju,” kata dia.
Setelah melihat tayangan di televisi, ternyata benar baju yang dikirimnya digunakan artis.
”Waktu yang pertama menggunakan adalah Dewi Persik,” kata dia.
Tertulis keterangan dalam Wardrobe di televisi 9AM Bridal.
”Disitu saya merasa bangga,” ucapnya.
Karena, capaian tertinggi dari seorang desainer adalah hasil karyanya bisa digunakan para orang terkenal.
”Bangga sekali, hasil karya saya masuk tv dan digunakan artis papan atas,” kata dia.
Dari situ, Ratna semakin terkenal di kalangan manajemen artis.
Bahkan dia harus pergi ke Jakarta untuk mengantarkan desain bajunya.
”Hasil desain saya pernah digunakan Via Valen saat tampil manggung maupun show di televisi,” ujarnya.
Semenjak 12 tahun merintis, barulah Ratna merasakan kesuksesan di dunia desainer. Dahulunya cukup susah untuk mengembangkan bisnisnya.
”Kalau di Lombok awalnya sulit untuk berkembang karena memang peminatnya sedikit,” kata dia.
Bahkan harus merangkul beberapa modeling di Lombok agar karyanya bisa dilihat banyak orang.
Pergi hunting ke beberapa tempat wisata sambil foto-foto memperlihatkan desain hasil karyanya.
”Baru kita upload di media sosial. Instagram atau facebook,” kata dia.
Perjalanan panjang merintis usahanya kini tinggal dipetik. Nama besar 9AM Bridal sudah menasional.
”Makin banyak orang yang meminati hasil karya,” ujarnya.
Saat ini yang menjadi tantangan adalah terus belajar.
Keilmuan di dunia fashion harus di-update.
”Jangan sampai ketinggalan,” kata dia.
Itu yang terus ditekankan ke 10 karyawannya di toko miliknya, Jalan Panca Usaha.
“Karena dunia fashion itu juga membutuhkan keilmuan. Yang diperlukan adalah kreativitas,” pungkasnya. (*/r3)
Editor : Kimda Farida