Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penataan Kota Tua Ampenan Harus Hati-hati, Ada Nilai Historisnya!

Lalu Mohammad Zaenudin • Jumat, 7 Juni 2024 | 19:06 WIB
PUGAR: Bangunan tua di Ampenan tengah dilakukan pengecatan oleh sejumlah pekerja, kemarin (6/6). (ZAD/LOMBOK POST)
PUGAR: Bangunan tua di Ampenan tengah dilakukan pengecatan oleh sejumlah pekerja, kemarin (6/6). (ZAD/LOMBOK POST)

LombokPost-Penataan Kota Tua Ampenan yang saat ini tengah berlangsung diingatkan agar tidak menghilangkan nilai historis.

Sebagaimana diketahui, Pemkot Mataram, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah melakukan pengecatan seluruh bangunan tua dengan warna hijau giok.

“Harus ditata sedemikan rupa, sehingga nama (kawasan) kota tua tidak pudar (nilai historisnya),” kata Anggota DPRD Dapil Ampenan H Muchtar.

Politisi Gerindra itu berkeyakinan, pemerintah telah mempertimbangkan aspek historis bangunan.

Sehingga langkah pengecatan yang dilakukan memperkuat nilai historis.

Ditekankannya, daya tarik kawasan kota tua tersebut terletak pada bangunan-bamgunan tua. Terutama, arsitekturnya yang masih menggunakan gaya Belanda.

Di samping material banguna yang masih terawat.

“Tentu sebagai anggota dewan di dapil tersebut kami menyambut baik penataan itu,” ucapnya.

Saat ini tinggal menunggu hasil akhir dari penataan nanti.

Seperti ditegaskan di awal, penataan jangan mengaburkan nilai historis bangunan.

Sehingga hasil akhir menjauhkan dari kesan bangunan tua.

Selanjutnya, anggota komisi 3 DPRD Kota Mataram itu juga mendorong pemerintah melakukan penataan menyeluruh.

Selain pengecatan, ia meminta dilakukan perbaikan infrastruktur.

Salah satu yang kerap disuarakan, yakni ruas jalan Koperasi. Ruas jalan itu kerap tergenang dan membahayakan keselamatan pengendara.

“Kalaupun ruas jalan itu masuk penanganan provinsi, kita berharap pemkot berkoordiasi dengan pemprov untuk penangannya,” ujarnya.

Genangan juga kerap meluber ke rumah warga di sekitar jalan.

Selain jalan Koperasi ada juga jalan Dende Seleh yang perlu segera dilakukan penataan.

“Jalannya perlu segera diperbaiki,” ucapnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning mengatakan, pengecatan bangunan tua di jalan Saleh Sungkar dan Pabean telah melalui kajian dan masukan dari pemilik bangunan.

Pemilihan warna hijau giok mempertimbangkan aspek budaya dan keyakinan masyarakat Tiongkok.

Saat ini pengerjaan masih berlangsung.

“Progres penataan telah mencapai 11 persen,” ucapnya. (zad/r3)

Editor : Kimda Farida
#kota tua ampenan #Ampenan