LombokPost-Dinamika politik ibu kota cukup unik.
Saat ini trennya, menonjolkan persaingan bakal calon wakil wali kota (bacawawakot) untuk pendamping Mohan Roliskana.
Satu-satunya penantang Mohan yakni Abd Rahman justru di lain kesempatan, melirik opsi mendampingi Mohan.
“Kami juga membuka peluang berkoalisi dengan petahana,” ucap Abd Rahman yang juga ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram ini.
Sejumlah partai yang didekati Mohan untuk berkoalisi, masing-masing menawarkan kader terbaiknya untuk berpasangan dengan Mohan sebagai syarat koalisi.
Praktis, pilkada di Kota Mataram bercita rasa perebutan kursi wakil wali kota.
Situasi ini semakin dinamis, dengan sampai saat ini H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman atau HARUM jilid 2 belum deklarasi.
Sementara itu, TGH Mujib yang dihubungi untuk dimintai tanggapan terkait situasi politik jelang Pilkada Serentak 2024 belum memberikan respons hingga saat ini.
Satu-satunya tanggapan politik dari tokoh kharismatik asal Sekarbela itu yang diucapkannya, saat mendaftar di DPC PAN Kota Mataram beberapa waktu lalu.
“Saya menjalankan ikhtiar sesuai surat tugas dari DPP Golkar untuk menjadi bakal calon wakil wali kota,” ucapnya kala itu.
Persaingan perebutan posisi pendamping Mohan menjadi sangat seru. Mohan saat ini dihadapkan pada pilihan pendamping yang sangat banyak dan berkualitas. Bertabur bintang!
Membuka peta di internal Golkar saja, figur berkualitas dan notabene dekat dengan Mohan bermunculan.
Mereka antara lain TGH Mujib, Sekretaris DPD 1 Golkar NTB Firadz Pariska, Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi, Ketua AMPI NTB Rino Rinaldi, hingga Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram Hj Zaitun.
Di calon partai koalisi bidikan Mohan, juga dapat memilih kader yang nontabene figur berkualitas. Antara lain, di Partai Gerindra ada ketua DPC yakni Abd Rahman.
Di Partai Demokrat, Mohan bisa mempetimbangkan ketua DPC-nya yakni Shinta Primasari atau anak sulung mantan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh (alm) yakni H Badruttamam Ahda.
Sementara di Partai Hanura, ada nama anggota DPRD Kota Mataram H Misban Ratmaji.
Selanjutnya di PKS, Mohan dapat mempertimbangkan ketua DPD Ismul Hidayat atau anggota dewan anyar partai tersebut yakni Baiq Zuhar Parhi.
Beralih ke PDI Perjuangan ada nama mantan rival tangguhnya di Pilkada 2020 silam yakni Hj Selly Andayani.
Di lingkaran birokrat, terdapat beberapa nama yang memiliki kedekatan yang baik dengan Mohan, seperti H Novian Rosmana yang juga adiknya.
Mohan juga dapat menggaet nama Ibnu Salim, jika kepentingan ke depan adalah untuk memperkuat pembanguan dari aspek investasi di ibu kota.
Jaringan investasi yang dimiliki Ibnu Salim dapat menjadi daya tarik tersendiri Plt Sekda NTB tersebut.
Sementara itu, dimintai tanggapan tentang kepastian Harum jilid 2 apakah berlanjut atau tidak, Mohan menjawab diplomatis.
Ia mengatakan, penentuan pasangannya di Pilwalkot Mataram 2024 melalui mekanisme internal partai.
“Saat ini sedang berproses (melalui survei),” ucapnya.
Normatifnya, sesuai surat tugas DPP Partai Golkar, TGH Mujib adalah figur yang berpeluang paling besar mendampinginya.
Tetapi, surat tugas ini masih harus diuji lagi melalui proses survei tingkat keberterimaan publik terhadap Harum jilid 2.
“Ya semua saya kira berpeluang (tetap bersama Mujib atau dengan pasangan lain),” kata Mohan.
Namun ia menekankan, pada aspek kepentingannya menjaga stabilitas pemerintahan dan internal partai Golkar.
“Yang penting semua baik-baik saja,” tekannya. (zad)
Editor : Kimda Farida