Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dinilai Sukses Menekan Inflasi di Mataram, Mohan Kembali Dapat Penghargaan dari Presiden

Galih Mega Putra S • Rabu, 19 Juni 2024 | 12:30 WIB
DAPAT PENGHARGAAN: Presiden Joko Widodo (kiri) memberikan penghargaan kepada Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana (kanan) atas prestasi juara satu TPID Award. (DISKOMINFO FOR LOMBOK POST)
DAPAT PENGHARGAAN: Presiden Joko Widodo (kiri) memberikan penghargaan kepada Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana (kanan) atas prestasi juara satu TPID Award. (DISKOMINFO FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Pemkot Mataram sudah bekerja maksimal menekan inflasi.

Hingga Mei inflasi di Kota Mataram berada di angka 2,5 persen.

Atas dasar itu, stabilitas inflasi Kota Mataram menjadi yang terbaik di wilayah timur Indonesia.

Yakni, NTB, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

Torehan prestasi menjadi atensi pemerintah pusat.

Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan ke Pemkot Mataram.

Diterima langsung Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Istana Negara.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang bekerja keras dan berusaha menjaga inflasi,” kata Mohan setelah menerima penghargaan TPID Award.

Laju inflasi yang berada di angka 2,5 persen lebih baik dibanding angka inflasi nasional.

Laju inflasi nasional sebesar 2,84 persen.

”Artinya, apa yang sudah dilakukan Pemkot Mataram menstabilkan inflasi di daerah sudah cukup bagus,” ungkap Mohan.

Laju inflasi itu disanjung Presiden. Hal itu menjadi kebanggaan.

”Penghargaan ini untuk warga Kota Mataram dan stakeholder lain yang telah mendukung program Pemkot Mataram dalam peningkatan ekonomi dan ketersediaan pangan secara mandiri,” kata dia.

Beberapa langkah yang sudah dilakukan Pemkot Mataram dalam pengendalian inflasi.

Diantaranya, menggunakan pendekatan komprehensif, melibatkan kebijakan moneter, fiskal, serta langkah struktural.

”Kolaborasi antara pemerintah, bank sentral, dan sektor swasta telah dilakukan. Hingga pergerakan inflasi stabil di angka 2,5 persen,” jelasnya.

Stabilnya inflasi itu bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Muaranya nanti berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

”Inflasi penting dipahami dan dipantau oleh pemerinah karena memiliki dampak signifikan pada kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa yang mempengaruhi inflasi Kota Mataram.

Diantaranya, TPID Kota Mataram telah konsisten melaksanakan kegiatan konkret.

"Konsistensi ini yang terus dibutuhkan. Juga harus menerapkan strategi 4K Pengendali Inflasi (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi yang efektif),” jelasnya.

Apa yang sudah dilakukan ini harus terus dipertahankan. Bila perlu ditingkatkan.

”Yang terpenting adalah Pemkot Mataram sudah bekerja keras untuk masyarakat,” kata dia.

Pada pemberian penghargaan Presiden Joko Widodo menyampaikan laju inflasi di tingkat nasional didongkrak kestabilan daerah yang terus bekerja.

Hingga laju inflasi di Bulan Mei kita berada di 2,84 persen.

”Ini salah satu yang terbaik di dunia,” kata dia.

Dia mengapresiasi kinerja TPIP dan TPID yang telah bekerja keras untuk menjaga inflasi. Pengendalian inflasi perlu diperkuat.

”Melalui pengamanan produksi dan peningkatan efisiensi rantai pasok pangan dengan didukung GNPIP,” pungkasnya.

Pada pemberian penghargaan itu, hadir sejumlah menteri dan stakeholder lain.

Seperti, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mirza Adityaswara. (arl/r3) 

Editor : Kimda Farida
#Inflasi #Mataram #mohan