LombokPost-Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana memberikan solusi bagi para pedagang kaki lima (PKL) di jalur Lingkar Selatan dekat Tugu Mataram Metro.
Rencananya, para PKL bakal direlokasi ke wilayah utara, berdekatan dengan Gedung Arsip dan Perpustakaan.
”Lahan di kawasan gedung ini masih kosong di sebelah timur. Itu yang kita manfaatkan untuk relokasi para PKL yang berada di tembusan By Pass BIL,” kata Mohan usai mengecek kondisi lahan di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Rabu (19/6).
Menurutnya, sisa lahan untuk para pedagang tersebut perlu diurug. Karena, kondisinya agak rendah dari jalan.
”Kita perbagus dulu kondisi lahannya. Baru kita bangunkan lapaknya,” kata dia.
Pembangunan lapak bagi para PKL yang berjualan di Jalan Lingkar memberikan secercah harapan bagi para pedagang.
Supaya mereka tidak lagi berjualan di lokasi terlarang.
“Kalau mereka tetap berjualan di pintu masuk jalan by pass itu berbahaya. Karena masuk jalur cepat,” ujarnya.
Mereka yang berjualan di jalan by pass terlihat tidak tertib bahkan terlihat kumuh.
”Kawasan ini kan pintu masuk ke Kota Mataram. Artinya sebagai kawasan yang memperlihatkan wajah Kota Mataram. Jadi harus diperindah. Jangan memberikan kesan yang tidak bagus,” tegasnya.
Awalnya, Pemkot Mataram berencana akan memindahkan PKL ke lahan eks Restoran Bebek Galih.
Tetapi setelah dipertimbangkan, para pengunjung bakal lebih malas ke kawasan tersebut.
”Maka dari itulah saya lihat kondisi lahan yang cocok berada di kawasan Gedung Arsip dan Perpustakaan,” ujarnya.
Menurutnya, jika para pedagang berjualan di kawasan Gedung Arsip dan Perpustakaan bakal lebih tertib. Juga banyak masyarakat yang berkunjung.
”Jadi nanti kita buatkan semi kantin begitu. Untuk menunjang sarana dan prasarana pengunjung gedung Arsip dan Perpustakaan,” kata dia.
Kondisi itu nanti disediakan tempat masyarakat membaca dan menggali ilmu. Tetapi ada juga tempat kuliner.
”Nanti kita juga buatkan tempat tongkrongan. Kita buat lebih bagus lah lapak-nya. Karena ini kan pintu masuk Kota Mataram jadi harus memberikan kesan positif,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Uun Pujianto mengatakan, anggaran untuk pembangunan lapak di kawasan Tugu Mataram Metro sudah disiapkan.
“Anggarannya Rp 190 juta. Sumbernya dari APBD Perubahan ini (2024),” kata Uun.
Sesuai arahan Wali Kota Mataram, rencana pembangunan diubah. Awalnya, akan dibangun di kawasan eks Restoran Bebek Galih, tetapi dialihkan ke kawasan utara berdekatan dengan Gedung Arsip dan Perpustakaan.
”Tadi kan kita sudah cek bersama kondisi lahannya. Tahun ini sudah bisa dibangun,” ujarnya.
Tujuan dipindahkan agar suasana di kawasan Gedung Arsip dan Perpustakaan itu bisa semakin ramai.
Banyak pengunjung yang menuntut ilmu sambil menikmati kuliner dan seni.
“Rencananya juga akan disiapkan panggung seni kecil-kecilan tempat anak muda berekspresi. Ide itu sangat bagus,” pungkasnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida