Masuk Pemilih Marginal, Warga Ahmadiyah di Kota Mataram Bisa Nyoblos di Pilkada

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Kamis, 27 Juni 2024 | 13:25 WIB
PASTIKAN HAK PILIH: Momen KPU mendatangi langsung warga Ahmadiyah yang tinggal di Transito, Mataram.  (ZAD/LOMBOK POST)
PASTIKAN HAK PILIH: Momen KPU mendatangi langsung warga Ahmadiyah yang tinggal di Transito, Mataram. (ZAD/LOMBOK POST)

LombokPost-Pantarlih sedang melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) untuk persiapan Pilkada Serentak 2024.

“Coklit dilakukan selama satu bulan sejak 24 Juni sampai 24 Juli,” kata Komisioner KPU Kota Mataram Muslih Syuaib, Rabu (26/6).

Muslih menekankan semua warga harus dipastikan mendapat hak pilihnya.

Selama memenuhi ketentuan perundang-undangan.

Salah satu kelompok yang dipastikan mendapatkan hak pilih adalah warga Ahmadiyah yang tinggal di Wisma Transito Majeluk, Kota Mataram.

Jumlah warga Ahmadiyah di Transito sebanyak 35 kepala keluarga (KK).

Sedangkan jumlah pemilih sebanyak 80 lebih.

Mereka masuk dalam kategori pemilih marginal.

“Kami ingin pastikan warga Ahmadiyah yang tinggal di sini mendapatkan hak pilihnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, warga Ahmadiyah tersebar di tiga TPS Lingkungan Pejanggik. Salah satunya TPS 6 dengan jumlah pemilih 567 orang.

“Warga Ahmadiyah adalah warga negara Indonesia yang harus dijamin hak pilihnya,” ucapnya.

Selain kelompok marginal, KPU juga telah mendatangi tokoh partai, antara lain Ketua DPD Partai Golkar NTB, Mohan Roliskana, yang juga Wali Kota Mataram.

Coklit terhadap opinion leader ditujukan sebagai contoh bagi masyarakat agar terbuka pada saat petugas melakukan coklit.

Pemberitahuan tentang coklit kepada masyarakat sudah dilakukan sejak sebulan lalu.

Petugas Pantarlih bekerja dengan kartu identitas, rompi, topi, alat kerja, formulir, stiker dan lainnya.

Ketua RT Wisma Transito, Syahidin, menyatakan mendukung kegiatan coklit yang dilakukan KPU. “Kegiatan seperti ini sangat bagus. Jadi warga tahu apa yang boleh dan tidak kita lakukan dalam Pemilu,” ucapnya.

Sementara itu Wali Kota Matatam H Mohan Roliskana mengapresiasi inovasi tata cara pencoklitan.

“Semangat KPU dalam melakukan perbaikan penyelenggaraan pemilu tergambar melalui tingkat partisipasi masyarakat yang meningkat, seperti terlihat pada Pileg dan Pilpres lalu," pujinya. (zad/r3)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
coklit Mataram pantarlih