LombokPost-Hunian hotel jelang pelaksanaan MXGP belum terlalu ngefek.
Meskipun pelaksanaannya Sabtu (29/6) mendatang.
"Kalau hotel sebagian masih dihuni masyarakat lokal NTB," kata Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Cahya Samudra.
Itu pun belum bisa dipastikan yang menginap akan menonton MXGP. Mereka menginap bisa jadi karena tujuan lain.
"Sampai hari ini belum ada tamu asing maupun luar daerah yang menginap di Kota Mataram," jelasnya.
Seharusnya, event kelas internasional itu bisa memberikan dampak besar untuk perekonomian masyarakat. Salah satunya okupansi hotel.
"Kalau okupansi hotel baru sampai 50 persen," jelasnya.
Sebelumnya, pihak Asosiasi Hotel Mataram (AHM) NTB menargetkan okupansi mencapai 70 persen.
Tetapi, jika melihat situasi belum bisa memungkinkan target okupansi bisa tercapai.
"Kita lihat saja nanti," kata dia.
Menurutnya, sosialisasi MXGP harus lebih masif. Sehingga bisa memberikan efek yang lebih luas lagi.
"Kalau sosialiasi MXGP ini kurang," keluhnya.
Berbeda dengan event balap motor MotoGP. Yang terbilang cukup populer.
"Makanya kalau MXGP ini perlu publikasi yang lebih besar," ujarnya.
Tujuannya agar banyak masyarakat Indonesia mengetahui. Sehingga tertarik datang menonton.
"Selain itu juga perlu ada guest star yang lebih besar untuk memancing masyarakat untuk datang nonton," harapnya.
Pemkot Mataram memang tidak mensuport penuh dari segi anggaran. Dikarenakan anggaran terbatas.
"Tetapi kita bisa suport dari fasilitas," kata dia.
Semoga pada event berikutnya bisa lebih baik lagi. "Ke depan harus lebih baik," harapnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida