Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pilwali Mataram: Aria Dikabarkan Kunci Gerindra

Lalu Mohammad Zaenudin • Sabtu, 29 Juni 2024 | 17:10 WIB
Lalu Aria Dharma. (ZAD/LOMBOK POST)
Lalu Aria Dharma. (ZAD/LOMBOK POST)

LombokPost-Sebuah informasi diperoleh koran ini dari internal Partai Gerindra.

Informasi itu menyebutkan, Lalu Aria Dharma atau yang akrab disapa Sekwan Aria mengunci dukungan partai tersebut.

Partai besutan Prabowo Subianto itu disebut telah melakukan profiling figur. Sekwan Aria dianggap sosok yang bisa mengamankan kepentingan program pembangunan Prabowo Subianto dari pusat sampai kota.

Dikonfirmasi mengenai kabar kuncian politiknya ke partai berlambang burung Garuda tersebut, Sekwan Aria tak menampik.

“Saya punya kepentingan untuk memperoleh dukungan partai Gerindra,” tegas pria bergestur kalem ini, pada Lombok Post, Jumat (28/6).

Walau tak menampik, Sekwan Aria juga masih nyaman merahasiakan sampai di mana langkah politik yang dilakukannya.

Termasuk, berapa persen kuncian politiknya mengikat dukungan partai Gerindra.

Selain itu, Sekwan Aria belum mau mengungkapkan partai mana saja yang berpeluang koalisi mendukungnya selain Gerindra.

“Kita ini kan masih saling intip (dengan lawan lain). Tunggu saja ya,” pendeknya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kota Mataram Abd Rahman dihubungi mengenai kabar itu, belum memberikan jawaban hingga berita ini terkirim.

Kini, kabar Sekwan Aria merebut Gerindra dari tangan Rahman, telah mengubah konstelasi politik ibu kota.

Kabar ini dapat mempolrasisasi arah m dukungan politik ke dua kutub. Setelah sebelumnya petahana (baca: Mohan Roliskana) mendominasi perbincangan politik tentang bakal calon wali kota.

Kabar kuncian Sekwan Aria ke Gerindra bukan hanya memecah polarisasi arus dukungan.

Juga akan berdampak pada terbelahnya dukungan partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Gerindra sebagai partai penguasa di pusat, akan adu kekuatan dengan Golkar sebagai partai penguasa di kota.

Bagian ini menjadi episode politik paling menarik, setelah politik ibu kota belakangan ini terkesan kaku.

Ahli Hukum Universitas Mataram Prof Dr Kurniawan turut memberikan analisa politiknya jika Gerindra dan Golkar berhadap-hadapan di kota.

Menurutnya, ini akan membuat petahana semakin tidak leluasa dalam memilih pasangannya.

“Kebanyakan rancangan (koalisi) politik di daerah ini, lebih banyak didesain pusat,” ucap Profesor hukum termuda di NTB ini.

Sangat boleh jadi, desain koalisi untuk kota tidak akan lepas dari intervensi  pengurus partai di pusat. Gerindra sebagai ‘ketua kelas’ koalisi dapat mengajak Golkar atau partai lain membicarakan koalisi yang tepat di Kota Mataram.

Gerindra menurutnya, sangat berkepentingan memastikan yang terpilih di daerah -- termasuk Kota Mataram -- adalah orang-orang mereka.

“Supaya program (pembangunan) pusat berkesinambungan dengan daerah,” tekannya. (zad/r3)

Editor : Kimda Farida
#Mataram #pilwali