LombokPost-Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah merilis hasil audit penggunaan anggaran Pemkot Mataram tahun 2023.
Ditemukan adanya pembayaran gaji pegawai melebihi ketentuan.
Dari penelusuran koran ini, jumlah temuan gaji pegawai tidak terlalu besar. Hanya Rp 180 juta.
Rinciannya, ada pembayaran gaji pegawai yang telah meninggal dunia Rp 4,1 juta.
Temuan itu ada dari pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Pegawai tersebut sudah meninggal dunia tertanggal 26 Oktober 2023, namun masih tetap menerima gaji selama empat bulan.
Ada juga kelebihan pembayaran gaji pegawai yang telah dimutasi atau pindah keluar dari Pemkot Mataram.
Temuannya hanya Rp 8,07 juta. Temuan itu ada di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim).
Ditambah, pembayaran tunjangan istri/suami dan tunjangan beras atas ASN yang berstatus cerai. Temuannya Rp 5,2 juta.
Temuan tersebut terdapat pada Dinas Pendidikan, Ketahanan Pangan, Puskesmas Selaparang, dan Dinas Perikanan
Selain itu, ada juga temuan pembayaran tunjangan atas tiga orang pegawai pada dua SKPD yang sedang melaksanakan tugas belajar Rp 1,2 juta.
Temuan kelebihan pembayaran atas Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang paling besar. Mencapai Rp 137, 53 juta.
Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan, temuan BPK itu menjadi dasar evaluasi untuk penggajian pegawai. Jangan sampai terulang lagi.
”Kelebihan pembayaran itu hanya kesalahan sistem. Itu sudah dievaluasi,” kata Alwan.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Inspektorat untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Penagihan pun sudah ada progres.
”Sudah dikembalikan semua,” klaimnya.
Ke depan, pendataan pegawai akan diperbaharui. Jika ada yang meninggal dunia atau pindah ke luar Pemkot Mataram atau yang lainnya akan terdata.
”Jangan sampai tidak terdata. Supaya tidak lagi terulang,” ujarnya.
Masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) sudah diingatkan untuk memperbaharui data pegawainya. Selanjutnya, dimasukkan ke dalam sistem.
”Cara itu untuk memastikan pembayaran gaji tidak bermasalah,” tandasnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida