LombokPost-Event MXGP sempat tidak mendongkrak okupansi hotel. Karena hingga H-2 pelaksanaan event motocross internasional itu, okupansi hotel di Mataram baru mencapai 50 persen. Sedangkan, target okupansi mencapai 70 persen.
Tetapi, pada saat penyelenggaraan, 29-30 Juni 2024, okupansi hotel meningkat. Melebihi target okupansi.
”Syukur, okupansi hotel kita saat penyelenggara MXGP mencapai 80 persen,” kata Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) I Made Adiyasa Kurniawan.
Menurutnya, target okupansi hotel bisa terlampaui karena bertepatan dengan libur panjang sekolah. Tamu berdatangan sekaligus untuk berlibur ke Mataram.
Hal itu dilihat dari rata-rata tamu yang menginap adalah tamu domestik.
”Yang menginap hanya tamu dari dalam NTB saja yang lebih banyak,” terangnya.
Adiyasa mengatakan, pelaksanaan MXGP pada seri pertama bisa dijadikan bahan evaluasi.
Terutama memberikan publikasi yang lebih luas ke masyarakat, khususnya NTB dan umumnya Indonesia.
”Harus gencarkan publikasi secara masif kedepannya agar lebih banyak orang datang ke Mataram,” kata dia.
Event ini juga berkelas internasional. Seharusnya lebih banyak tamu mancanegara yang datang.
”Kalau harapan kita sih lebih banyak tamu dari luar yang datang,” kata dia.
Kota Mataram mendapatkan jatah dua seri menyelenggarakan MXGP. Seri pertama sudah berakhir kemarin (30/6). Seri ke-dua akan diselenggarakan kembali Sirkuit Eks Bandara Selaparang 6-7 Juli nanti.
Adiyasa belum bisa memastikan apakah pada seri kedua nanti, tamu bakal lebih ramai atau tidak.
”Bisa saja meningkat bisa saja menurun. Kalau dari kami sih harapannya bisa terus meningkat,” kata Adiyasa.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram Cahya Samudra mengatakan, Pemkot Mataram telah mensuport penyelenggaraan MXGP.
Hanya saja, support anggaran tidak diberikan.
"Kami membantu menyiapkan fasilitas pendukung. Karena, hanya itu yang bisa dilakukan tahun ini,” kata Cahya.
Selain itu, pihaknya juga mensuport beberapa kegiatannya. Terutama di kawasan Teras Udayana yang berdekatan langsung dengan Sirkuit Eks Bandara Selaparang.
”Kita hibur masyarakat dengan beberapa kegiatan, seperti tari-tarian, wayang sasak, dan sebagainya. Kita berikan konsep Mataram Culture Festival,” ujarnya.
Konsep hiburan tersebut ingin memperkenalkan ke masyarakat luas tentang kesenian dan budaya yang ada di Mataram.
“Kita coba hibur para penonton dengan memperlihatkan keindahan warisan budaya kita,” pungkasnya. (arl/r3)
Editor : Marthadi