Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lantai Dua Pasar Cemara Dijadikan Gudang Rongsokan, Kadis Perdagangan Sebut Itu Wajar

Galih Mega Putra S • Senin, 12 Agustus 2024 | 09:24 WIB
PERLU DITATA: Terlihat kondisi lantai dua Pasar Cemara dijadikan sebagai tempat simpan barang rongsokan, kemarin (11/8). (HARLI/LOMBOK POST)
PERLU DITATA: Terlihat kondisi lantai dua Pasar Cemara dijadikan sebagai tempat simpan barang rongsokan, kemarin (11/8). (HARLI/LOMBOK POST)

LombokPost--Pasar Cemara, Mataram belum seluruhnya dimaksimalkan.

Lantai dua pasar tersebut tak berpenghuni.

Dari pantauan koran ini, tangga menuju lantai dua ditutup menggunakan pintu seng.

Dibalik pintu itu dijumpai karungan botol bekas. Juga barang rongsokan.

Lantai dua pasar tersebut sama sekali tidak terurus. Cat luntur. Lantai penuh dengan debu.

Rombong bekas jualan tak difungsikan. Malah menjadi penghalang jalan.

Seorang pedagang yang enggan menyebutkan nama mengungkapkan, para pedagang tidak mau berjualan di atas karena sepi.

"Jarang orang mau belanja berjalan ke atas," kata perempuan penjual sayur-sayuran itu.

Dia sudah hampir delapan tahun berjualan di Pasar Cemara. Setiap pedagang lebih memilih berjualan dengan cara gelar dagangannya di depan pasar.

"Jualan di sini saja agak sepi, apalagi mau jualan di atas (Lantai dua Pasar Cemara, Red)," ungkapnya.

Dia bukannya tidak mau berjualan di lantai dua. Tetapi, keadaan dan situasi pasar yang tidak mendukung.

"Apalagi pelanggan enngan mau naik tangga untuk belanja," keluhnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Uun Pujianto mengatakan, di lantai dua pasar tersebut tidak berpenghuni.

"Wajar jika ada bekas rombong dan sebagainya," kata Uun.

Disdag akan menata pasar tersebut. Rencananya pembangunannya menggunakan APBD Perubahan.

"Sudah kita siapkan untuk perbaikannya," jelasnya.

Namun, APBD Perubahan belum disahkan. Sehingga, harus menunggu anggarannya cair.

"Bulan ini cair, langsung kita eksekusi anggaran untuk perbaikannya," ungkapnya.

Anggaran yang disiapkan Rp 190 juta. Itu untuk perbaikan dan penyiapan loss pasar.

"Kantor yang ada di lantai satu bisa dipindah ke lantai dua," ujarnya.

Selain itu, di lantai akan menjadi tempag khusus pedangan konveksi. Seperti jual pakaian.

"Beberapa pedagang yang ada di Pasar Karang Sukun bisa sebagian kita tempatkan di sini," kata Uun.

Opsi lain adalah pembuatan tempat tongkrongan. Seperti kedai atau warung kopi.

"Bisa kita jadikan seperti tempat tongkrongan anak-anak muda itu," ujarnya.

Uun mengatakan, dari 19 pasar yang dikelola bukan hanya Pasar Cemara saja yang sepi pedagang. Ada juga di Pasar Mandalika.

"Ada di Mandalika yang loss pasarnya sudah kita siapkan dalam bentuk beton. Makanya, kita akan hancurkan loss pasar menggunakan beton itu," ungkapnya. (arl/r3)

Editor : Kimda Farida
#pasar #Mataram