LombokPost-H Lalu Aria Dharma-H Weis Arqurnain atau paket Aqur di atas kertas sudah mengamankan dukungan partai politik (parpol) untuk mendaftarkan diri ke KPU di Pilwalkot Mataram.
Kepastian ini setelah mereka menerima surat dukungan B.KWK dari PPP pada Minggu, 11 Agustus 2024.
Sebelumnya, dukungan yang diberikan PPP berbentuk surat rekomendasi.
Sebagai gambaran, parpol umumnya menerbitkan tiga model surat dukungan yang diberikan secara bertahap yakni, surat tugas, surat rekomendasi, dan yang tertinggi adalah B1.KWK sekaligus surat yang dapat digunakan mendaftar ke KPU.
“Dalam waktu dekat insya Allah akan ada dukungan (parpol) lagi,” kata Aria, (12/8).
Mantan Sekretaris DPRD Kota Mataram ini menyampaikan, dukungan yang segera masuk berasal dari anggota Koalisi Indonesia Maju atau KIM (Parpol yang mengusung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024, Red) dan luar KIM.
Namun, komunikasi politik yang sedang berjalan, menjadi alasan Aria masih enggan mengungkapkannya.
“Kita tunggu saja ya, insya Allah minggu-minggu ini sudah ada jawaban,” ucapnya.
Paket Aqur saat ini menjadi satu-satunya paket yang siap menantang pasangan petahana H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman atau paket Harum.
Peluang head to head semakin terbuka, setelah hingga saat ini belum ada muncul paket lain.
Aria pun menilai, head to head melawan petahana dapat menguntungkannya secara politik.
“Kalau head to head lebih simpel,” ucapnya.
Namun ia menegaskan keinginan memenangkan pertarungan melalui proses demokrasi yang sehat.
Bukan menggiring opini atau kampanye dengan narasi hasutan atau fitnah.
“Kita tetap harus bertanding dengan fair, bukan black campaign,” tekannya.
Pengamat Politik Dr Ihsan Hamid melihat dinamika politik ibu kota berpotensi panas.
Hal ini tidak lepas dari arah politik yang mengkristal mengarah pada dua pasangan calon.
Pengajar politik di UIN Mataram itu mengingatkan, head to head akan membuat kolam garapan penantang cederung lebih besar dari petahana.
“Tetapi penetrasi petahana tentunya lebih tajam dengan kekuatan logistik APBD yang dikuasainya,” ucapnya.
Penantang harus mampu menyiapkan logistik yang seimbang dengan kekuatan logistik petahana. Instrumen politik juga haruslah yang terbukti bekerja di bawah.
“Kalau melihat partai pendukung seperti PKS dan PPP, dua partai ini terbukti punya mesin kerja yang bagus. Setidaknya, terlibat dari perolehan kursi merek yang meningkat di Pileg 2024 kemarin,” ucapnya.
Namun, pasangan petahana tidak bisa dianggap remeh. Salah satunya seperti yang diungkapkan di atas yakni penguasaanya pada logistik terbesar: APBD.
“Hanya saja saya kira petahana harus mengevaluasi apakah mesinnya bekerja sampai ke bawah atau jangan-jangan sirkel tertentu saja yang mendapat manfaat. Itu bisa jadi bumerang bagi petahana, karena yang tidak mendapat manfaat berpotensi jadi lawan,” wanti-wantinya. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida