LombokPost-Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Mataram, kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM).
Kegiatan ini selain untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terjangkau, juga dalam rangka menyambut dan memeriahkan momen Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Mataram ke 31.
Kepala Dinas Ketapang Kota Mataram H Lalu Jauhari mengatakan rangkaian kegiatan GPM untuk HUT Kota Mataram untuk pertama dipilih lokasi Kantor Lurah Bertais.
“Sama seperti tujuan GPM selama ini yakni meningkatkan daya beli masyarakat dengan menyediakan bahan pangan pokok berkualitas dengan harga yang terjangkau,” katanya, Selasa (20/8).
GPM secara konsisten menghadirkan bahan pangan pangan yang lebih rendah dibandingkan harga pasar pada umumnya.
“Sehingga dapat membantu meringankan beban ekonomi rumah tangga,” paparnya.
GPM selama ini juga memberikan kontribusi dalam menekan laju inflasi. “Dengan memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan,” paparnya.
Stabilitas ekonomi masyarakat di wilayah-wilayah yang menjadi lokasi GPM. Lonjakan harga yang dapat berdampak negatif terhadap daya beli masyarakat segera terkendalikan.
“Kami akan terus mengadakan GPM di titik yang terindikasi terjadi lonjakan harga,” paparnya.
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram Faesal Abdussamad mengatakan selama bulan Agustus ini GPM ditargrtkan terlaksana enam kali.
“Jadwalnya dimulai hari ini (Selasa, 20/8),” terangnya.
Kemudian, Rabu, 21 Agustus 2024 di pertokoan barat kantor pos Sweta Kelurahan Cakranegara Selatan; Kamis, 22 Agustus 2024 di taman plaza kelurahan Tanjung Karang Permai; Selasa, 27 Agustus 2024 di jalan gotong royong Ex. KUD Fajar kelurahan Penjarakan Karya.
“Rabu, 28 Agustus 2024 di halaman Kantor lurah Pagesangan Barat,” imbuhnya.
Dan, Kamis, 29 Agustus 2024 di halaman kantor Lurah Babakan. Seperti biasanya GPM juga akan melibatkan sejumlah mitra yang diundang.
Antara lain, Bank Indonesia, Bulog, ID FOOD, Gapoktan/Distributor/Asosiasi dan pelaku usaha pangan lainnya, serta Dinas/Instansi terkait.
“Komoditas pangan pada kegiatan GPM ini adalah komoditas pembentuk inflasi atau volatile food antara lain beras, gula konsumsi, bawang putih, bawang merah, daging sapi, daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, tomat dan minyak goreng serta komoditas pangan lainnya,” urainya.
Di samping itu para retail dapat membawa bahan non pangan agar produk yang ditawarkan ke masyarakat lebih variatif.
Kegiatan GPM dilaksanakan langsung di tengah masyarakat untuk mempermudah akses, sehingga masyarakat tidak memerlukan biaya transportasi lagi menuju lokasi.
Distributor dan vendor yang didekatkan kemasyarakat dengan memberikan harga jual yang lebih murah dari harga di pasar.
Berbagai jenis komoditas pangan yang dijual antara lain Beras SPHP dijual dengan harga Rp 11.400/kg, Minyak Goreng dijual dari harga Rp 14.000/liter hingga Rp 16.500/ liter, telur ayam ras dari Rp 42.000 sampai dengan Rp 52.000 per tray dan berbagai bahan pangan lainnya.
Sementara itu, Kasi Ekonomi pada Kecamatan Sandubaya Lalu Suhaidi Wijaya mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini,” katanya.
Menrutnya, kegiatan ini secara nyata menyelesaikan persoalan pangan masyarakat.
“Semua bahan pokok ada di sini dan masyarakat bisa membelinya dengan harga yang lebih murah,” ucapnya.
Ia mencontohkan harga cabai di pasar dengan di lokasi GPM, harganya bisa jauh lebih murah.
“Kami mendukung Dinas Ketapang lebih rutin lagi berkegiatan di wilayah kami,” harapnya. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida