LombokPost-Kandidat Bakal Calon Wali Kota Mataram H Lalu Aria Dharma dipasangkan jas PKS.
Pemasangan ini menandai mantan sekretaris dewan di DPRD Kota Mataram resmi menjadi kader PKS.
Dalam kesempatan itu, Aria menepis tudingan miring yang dialamatkan padanya.
Ia dengan lantang mengatakan, bukan calon boneka seperti isu yang dihembuskan.
“Sudahlah, kalau saya calon boneka, terlalu berani (petahana, Red) kami dikasih PKS,” ucapnya di hadapan ratusan pelopor PKS, kemarin (23/8).
Kemunculannya bersama Weis Arqurnain -- anak dari politisi senior PPP H Muzihir -- bukan pula sekadar jadi penantang.
“Tapi kami yakin bisa menang,” ucapnya.
Di kesempatan itu, Aria mengungkapkan bahwa PKS adalah partai yang paling bertanggung jawab atas tampilnya ia sebagai kadidat bakal calon wali kota.
Awalnya, ia hanya membidik tampil sebagai bakal calon wakil wali kota.
“Tetapi setelah berdiskusi dengan teman-teman PKS termasuk ketua DPD (Ismul Hidayat, Red) beliau yang mendorong dan mensupport tiang (saya, Red) tampil sebagai calon wali kota,” ungkapnya.
Cerita ini sekali lagi menunjukkan dirinya bukan calon boneka seperti yang dituduhkan padanya.
“PKS lah yang paling bertanggung jawab atas majunya tiang di Pilkada. Mendorong tiang sampai kebawa mimpi,” celetuknya sambil tersenyum.
Aria juga menyinggung bagaimana pujian pada petahana yang mustahil dikalahkan.
Bagi Arya, hal itu telah memotivasi dirinya untuk adu konsep dan gagasan bagaimana strategi untuk membawa Kota Mataram lebih maju lagi.
Aria kemudian memaparkan tentang tagline-nya yang mengusung visi besar ‘Membangun Kota Mataram dari Kampung’.
Tagline itu mencitrakan situasi ibu kota saat ini yang menyisakan ketimpangan dalam pembangunan.
“Kenapa kami memilih istilah ‘kampung’ bukan ‘lingkungan’, karena pembangunan yang ingin kami lakukan bukan berbasis teritori tetapi kondisi perkotaan yang pembangunnya belum tersentuh,” paparnya.
Terdapat titik-titik padat penduduk yang terabaikan pembangunan selama ini.
“Kampung ini identik dengan gang sempit, tempat yang gelap gulita karena tidak ada penerangan jalan, ekonomi masyarakat ke bawah,” paparnya.
Titik-titik itu tersebar di ibu kota. Selama ini tidak tersentuh karena pemerintah lebih mengutamakan pembangunan di permukaan saja.
“Kami ingin memperioritaskan pembangunan wong cilik atau masyarakat kecil yang tidak terjamah selama ini,” tekannya.
Menurutnya, segala predikat yang didapat kota selama ini tidak ada gunanya bila masih banyak masyarakat yang bergelut dengan urusan perut.
“Tidak ada gunanya banyak penghargaan,” kritiknya.
Ketua DPD PKS Kota Mataram Ismul Hidayat mengatakan, dipasanginya Arya jas PKS adalah simbol secara resmi sudah menjadi kader PKS.
“Kalau kemarin ada kabar Miq Arya akan menjadi kader partai lain, ini (pemasangan jas) bukti beliau adalah bagian dari keluarga besar PKS,” serunya.
Bergabungnya Arya menjadi kader PKS, akan melipatgandakan semangat kader dan simpatisan partai untuk memenangkan Arya yang saat ini telah dianggap sebagai bagian dari keluarga.
Ia mengatakan, sekitar 300-an kader yang hadir dalam silaturahmi itu merupakan anggota pelopor.
Mereka instrumen partai di balik berbagai kesuksesan politik yang berhasil dicapai PKS di Kota Mataram.
“Mereka tersebar di berbagai dapil dan siap bergerak memenangkan pasangan Aqur,” tegasnya.
Usai pertemuan ini, para pelopor bakal turun ke tengah masyarakat. Bergerak melakukan sosialiasi bagi paket Aqur.
“Kami akan start, perkenalkan Aqur pada masyarakat,” ucapnya.
Ismul menambahkan, pelopor PKS tidak akan menunggu waktu penetapan calon untuk mulai bergerak.
“Sekarang juga, setelah pertemuan ini pelopor akan padat dengan berbagai agenda sosialiasi,” pungkasnya. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida