Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Usia 31 Tahun, Terus Berinovasi Bangun Kota Mataram!

Galih Mega Putra S • Selasa, 27 Agustus 2024 | 17:50 WIB
BERINOVASI: Yanti salah satu inovator menunjukkan hasil olahan sorgum yang diekspor ke luar negeri, beberapa waktu lalu. (DOK LOMBOK POST)
BERINOVASI: Yanti salah satu inovator menunjukkan hasil olahan sorgum yang diekspor ke luar negeri, beberapa waktu lalu. (DOK LOMBOK POST)

LombokPost-Usia Kota Mataram memasuki 31 tahun. Perubahan terus dilakukan.

Membuat inovasi yang terus memberikan dampak langsung ke masyarakat.

Kerja keras di tengah kepemimpinan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman dapat dirasakan langsung masyarakat.

Terutama dalam merangkul dan mendukung masyarakat untuk berinovasi membangun daerah.

Melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Mataram terus bergerak menjadi kota terinovasi.

Baik dalam digital maupun non digital.

Hasilnya terbukti, Kota Mataram terus mendapatkan penghargaan menjadi kota terinovasi.

”Kami memang sangat peduli terhadap inovasi yang diprakarsai oleh masyarakat. Dalam bentuk teknologi tepat guna,” kata Kepala Brida Kota Mataram Mansur.

Mereka yang memiliki karya itu terhimpun dalam Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) di tingkat Kecamatan.

”Di situ tempat berhimpun para inovator-inovator yang memiliki karya luar biasa,” kata dia.

Pemkot Mataram memberikan pembinaan, pendampingan, dan suport anggaran kepada Posyantek.

”SK Wali Kota juga dikeluarkan untuk memperkuat posisi mereka,” jelasnya.

Dengan semangat bersama membangun, terbukti menjadikan Mataram menjadi kota terinovatif. Pemberian penghargaannya diberikan langsung pemerintah pusat.

“Itu memang bukti pemerintah sangat serius terus mengembangkan inovasi,” tegasnya.

Ada tiga jenis inovasi yang dijadikan evaluasi pemerintah pusat. Pertama adalah pelayanan publik yang dinilai Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Selanjutnya, IGA Award yang dinilai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Terakhir, adalah Teknologi Tepat Guna (TTG) yang dinilai Kementerian Desa.

”Dari penilaian yang dilakukan pemerintah pusat, kami bisa mendapatkan semua penghargaan di tiga jenis inovasi itu,” ujarnya.

Tercatat ada sebanyak 130 inovasi dari masyarakat Kota Mataram. Semua dari berbagai bidang.

”Sampai sekarang mereka terus kembangkan inovasi dan temuan-temuan mereka,” kata dia.

Masyarakat terus berinovasi di berbagai bidang. Salah satunya bidang UMKM. Salah satu potensi kuliner khas di daerah ini adalah cerorot.

Para pelaku UMKM membuat cerorot yang tahan lama agar dapat menjadi oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah ini.

"Masih banyak lagi potensi-potensi inovasi berbasis kearifan lokal yang dapat dikembangkan baik oleh OPD maupun masyarakat umum," katanya.

Mansur mengatakan, Kota Mataram sudah dua kali meraih penghargaan IGA Award. Sejak tahun 2022 dan tahun 2023.

”Itu yang harus kita pertahankan tahun ini,” ujarnya.

Masyarakat banyak yang memiliki ide cemerlang. Itu yang harus dikawal dan akan di support untuk dikembangkan.

“Supaya ide dan temuan masyarakat dapat dinikmati masyarakat luas,” ujarnya.

Terakhir, ada pengembangan Sorgum. Banyak inovasi yang muncul dari tanaman tersebut.

“Dapat dibuat berbagai jenis makanan. Seperti ice cream, kue modern, dan lainnya. Hingga diekspor ke luar negeri,” ungkapnya.

Penghargaan dibidang inovasi terakhir didapatkan Kota Mataram dari Kementerian Desa. Penyematan diberikan langsung Menteri Desa A Halim Iskandar, 15 Juli lalu.

”Kita diberikan Satya Lencana,” kata dia.

Masih banyak lagi penghargaan terkait inovasi yang diberikan pemerintah pusat ke Kota Mataram.

Hal itu menjadi bukti kinerja Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram tidak diragukan lagi.

Pemilik Yant Shorgum Nur Rahmi Yanti mengatakan, Brida Kota Mataram telah mensuportnya. Bukan hanya dari materi melainkan juga semangat untuk terus berinovasi.

”Memang pemberian semangat ini juga sangat diperlukan untuk terus berjuang melakukan inovasi-inovasi terbaru,” kata Yanti.

Saat ini Sorgum sedang dikembangkan untuk dijadikan sebagai Bahan Bakar Minyak (BBM). Pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk mengembangkan itu.

”Kita ingin pengembangan BBM dari Sorgum itu dapat dikembangkan di NTB,” ujarnya.

Pihaknya yang juga menjadi penyuluh di Dinas Pertanian Kota Mataram itu telah bekerjasama dengan sejumlah kelompok tani di NTB. Mereka akan menanam Sorgum lebih banyak.

”Sehingga dapat menghasilkan pendapatan yang lebih besar. Sehingga petani di NTB dapat mandiri dan sejahtera,” pungkasnya. (arl/r3) 

Editor : Kimda Farida
#Mataram #pemkot