”Diundur jadi tanggal 2 dan 3 November mendatang,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram Taufik Priyono.
Jadwal tersebut sudah final. Kemungkinan besar tidak ada perubahan lagi.
”Penjadwalan itu sudah ditetapkan oleh pusat melalui Panselnas CASN,” tegasnya.
Sebelumnya, Pemkot Mataram sudah meminta kepada Panselnas CASN untuk tes SKD dilaksanakan lebih cepat. Tujuannya, agar proses seleksi bisa lebih cepat selesai.
”Tetapi, tidak bisa. Sudah ada penetapan jadwalnya,” kata dia.
Tes SKD CASN bakal dilaksanakan di gedung Asrama Haji Embarkasi Lombok. Ada 400 komputer yang disediakan.
”Tesnya menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test). Komputernya sudah disiapkan BKN,” ujarnya.
Taufik mengatakan, khusus pelamar di Kota Mataram yang lolos pada tahap administrasi sebanyak 1.908 orang.
Namun, dari pelamar tersebut ada 13 orang yang sudah dinyatakan lolos passing grade.
”Jadi, mereka yang lolos itu menggunakan hasil tes SKD tahun sebelumnya,” bebernya.
Jadi, total yang bakal mengikuti tes SKD sebanyak 1895 pelamar. Dari jumlah tersebut, tidak semuanya akan mengikuti tes di Kota Mataram.
“Ada 32 orang yang ikut tes dari luar daerah,” ujarnya.
Mereka berasal dari Jakarta, Sulawesi, Bali, dan Surabaya. Mereka tidak bisa mengikuti tes di Mataram atas dasar pertimbangan.
”Mereka boleh mengikuti tes di daerahnya. Nanti juga mereka tetap diawasi prosesnya,” bebernya.
Menurutnya, dengan jumlah pelamar cukup banyak, BKPSDM akan mengatur jadwal tes dengan sistem gelombang. Sehingga, perlu dilaksanakan selama dua hari.
”Di tempat tes baru disediakan 400 unit komputer. Jadi, memungkinkan bisa selesai selama dua hari,” ungkapnya.
Terkait dengan pengunduran tersebut, BKPSDM sudah memberi tahu melalui email pelamar yang lolos hingga proses seleksi tes SKD. Tujuannya supaya mereka bisa mengetahui informasi tersebut secara langsung.
”Jangan sampai mereka protes karena dilakukan pengunduran jadwal, lalu tidak diberitahukan ke masing-masing pelamar,” kata Taufik.
Berdasarkan data, total ada 93 formasi. Terdiri 80 formasi tenaga teknis dan 13 tenaga kesehatan.
Tetapi, ada dua formasi yang tidak terisi. Yakni formasi dokter spesialis venereologi dan dermatologi. Juga penata kelola layanan kesehatan khusus penyandang disabilitas.
”Total jadi ada 91 formasi yang tersedia,” tandasnya. (arl/r3)
Editor : Marthadi