Surat suara itu terdiri atas surat suara untuk pemilihan wali kota/wakil wali kota dan gubernur/wakil gubernur NTB.
Sebelumnya, surat suara ini ‘transit’ di gudang logistik KPU Lombok Barat di Gelogor, Kecamatan Kediri.
“Selanjutnya langsung dibawa ke gudang logistik KPU Kota Mataram dengan pengawalan dari Polresta Mataram dan Bawaslu Kota Mataram,” kata Sekretaris KPU Kota Mataram Lalu Agus Suhardiman, Minggu (20/10).
Ketua KPU Kota Mataram Edy Putrawan menjelaskan, surat suara itu tersimpan dalam kemasan kardus.
“Totalnya sebanyak 332 dus,” terangnya.
Selanjutnya surat suara disimpan dalam gudang di kantor KPU Kota Mataram untuk keamanannya.
Jumlah surat suara ini disesuaikan jumlah pemilih di Kota Mataram sebanyak 320.604 suara ditambah cadangan 2,5 persen surat suara dari DPT.
Maka jumlahnya antara lain untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Mataram sebanyak 328.896 surat suara dan 328.896 surat suara untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub).
Disiapkan juga surat suara untuk Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk Pilwakot 2.000 lembar dan Pilgub 2.000 lembar. Total keseluruhan 661.792.
Jumlah ini sesuai dengan keterangan dalam surat pengantar pengiriman.
Edy menambahkan, pihaknya harus memastikan kembali jumlah persis surat suara yang diterima tersebut saat dilakukan penyortiran.
“Kami harus cek lebih dahulu, sekarang (kemarin, Red) masih belum diturunkan dari truk,” terangnya.
Selanjutnya, surat suara tersebut akan didistribusikan ke enam kecamatan yang ada di Kota Mataram setelah melalui proses sortir dan pelipatan.
Sortir dan pelipatan dilakukan di gudang KPU Kota Mataram.
“Waktu lipat surat suara masih menunggu arahan KPU Provinsi. Setelah itu baru dikirim ke kecamatan,” terangnya.
Sebelumnya, KPU juga telah menerima logistik pemilu untuk menunjang pelaksanaan pilkada.
“Ada kotak suara, bilik suara, tinta, dan segel,” terangnya.
Edy menjelaskan, penerimaan logistik Pilkada sesuai kebutuhan untuk 581 TPS se Kota Mataram.
Penentuan penyedia logistik mengikuti ketentuan saat konsolidasi nasional. Selanjutnya, penyedia yang ditunjuk bertanggung jawab atas semua keperluan pelaksanaan pencoblosan.
Logistik yang sudah tiba kemudian disortir.
“Kalau untuk sortir logistik, jumlahnya dapat ditangani oleh SDM yang kami punya (tidak melibatkan tenaga sortir),” terangnya.
Total jumlah bilik suara yang diperlukan sebanyak 2.324 buah dan kotak suara 1.174 buah. Logistik selanjutnya disimpan di gudang milik KPU Kota Mataram.
Sementara untuk keamanan sudah ada aparat yang melakukan penjagaan.
“Kita pakai gudang di kantor untuk penyimpanan,” pungkasnya.
Untuk pemilihan wali kota/wakil wali kota, warga dapat memilih salah satu dari dua pasangan calon yang tersedia.
Pasangan itu antara lain, pasangan nomor 1 H Lalu Aria Dharma BS-H Weis Arqurnain dan nomor 2 Dr H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman. (zad/r3)
Editor : Marthadi