LombokPost-Mendekati penghujung tahun, kalangan dewan mengingatkan pada Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, fokus menyelesaikan berbagai proyek pembangunan.
Jangan sampai proyek-proyek tersebut molor, apalagi terbengkalai pengerjaanya.
“Ini kita sudah masuk triwulan ketiga,” kata Anggota Komisi 3 Bidang Infrastruktur DPRD Kota Mataram, Ismul Hidayat, Selasa (5/11).
Dewan meminta agar eksekutif fokus menyelesaikan program-progam yang telah direncanakan di tahun 2024.
“Dalam hitungan kami ada waktu sekitar 45 hari kerja lagi, karena pertengahan bulan Desember itu sudah masuk dalam pertanggungjawaban,” imbuhnya.
Di dalam pertemuan Badan Anggaran (Banggar) dengan Tim Anggaran Pemerintah Daetah (TAPD) yang ditekankan juga hal serupa, yakni keharusan pemerintah fokus menyelesaikan proyek pembangunan.
“Salah satu catatan yang ditekankan yakni, jangan sampai ASN ini sibuk memikirkan proses pilkada apalagi ikut cawe-cawe terlibat di dalamnya,” wanti-wantinya.
Menurutnya, waktu yang tersisa tidak panjang.
Fokus pemkot dalam mengerjakan tugas pembangunan di 2024 sangat dibutuhkan di sisa waktu yang ada.
Dalam catatannya, terdapat beberapa proyek yang harus tuntas tepat waktu.
Antara lain, penataan Tugu Mataram Metro, eks Pelabuhan Ampenan, hingga penataan kawasan Kota Tua Ampenan.
“Penataannya harus lebih maksimal, kenapa? Karena di tahun 2025 nanti akan ada aturan baru untuk menjawab program pusat yang dilaksanakan daerah. Misalnya kewajiban menyediakan 25 persen anggaran untuk program unggulan presiden,” paparnya.
Begitu juga untuk penggunaan DAK di tahun depan, tidak selentur sekarang.
“Nanti pada tahun 2025, DAK hanya untuk urusan wajib saja,” paparnya.
Dua kebijakan pusat ini, secara proporsi dipastikan berdampak pada ruang fiskal daerah.
Ruang yang semakin sempit ini dapat membuat program pembangunan yang digagas daerah semakin sedikit.
“Di tahun 2025 (ruang fiskal) banyak berkurang, sehingga perlu diperhitungkan,” ucapnya.
Selain mengingatkan tentang proyek yang berpotensi molor, Ismul juga mengeluarkan catatan atas kinerja pemkot.
“Kami masih melihat program yang muncul belakangan ini bentuknya monton,” kritiknya.
Aspirasi yang disampaikan masyarakat melaluinya, berharap pemerintah dapat membangun proyek yang baru atau fresh.
“Bukan hanya sekadar perbaiki ulang trorotar atau poles-poles bangunan yang sudah ada,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning optimis, pengerjaan Tugu Mataram Metro yang saat ini masih berlangsung dapat tuntas tepat waktu.
Dikatakan, penataan utama tugu tersebut sudah tuntas pada pertengahan bulan lalu.
Sata itu penataan, menghabiskan anggaran Rp 900 juta.
“Kalau yang itu sudah PHO pada 11 Oktober kemarin,” katanya.
Baca Juga: Gandeng TNI-Polri, Kemenkumham NTB-Rutan Praya Geledah Kamar Hunian WBP
Saat ini di tugu masih berlanjut pengerjaan lanjutan bersumber dari ABT.
Nilainya relatif lebih kecil dibanding anggaran penataan awal.
“Sekitar Rp 200 juta,” terangnya.
Penataan kali ini hanya untuk pemasangan batu alam. Sehingga Lale yakin, proyek bisa selesai tepat waktu.
“Hanya untuk pemasangan batu alam saja,” pungkasnya. (zad/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post