LombokPost-Puluhan warga Lingkungan Tegal, Selagalas, Kota Mataram menyatakan dukungan pada pasangan calon (paslon) nomor urut 1 H Lalu Aria Dharma BS, SH-H Weis Arqurnain Lc (AQUR). Dukungan itu diungkapkan secara simbolik dengan sama-sama menunjuk jari satu.
Dukungan diberikan warga, setelah mendengar pemaparan visi-misi pembangunan yang disampaikan calon wakil wali kota H Weis Arqurnain, Lc. Salah satu gagasan yang dikampanyekan Qurnain yakni pentingnya pemerataan pembangunan dari tengah hingga kawasan pinggiran perkotaan.
“Layanan internet gratis jangan hanya di kawasan tengah kota, tapi fasilitas ini seharusnya diperbanyak di kampung-kampung,” kata Weis, Rabu malam (13/11).
Ia mengatakan, pembangunan masih tersentralistrik pada kawasan perkotaan. Sedangkan di kawasan padat penduduk dan permukiman seperti perkampungan, bahkan penerangan jalan saja masih belum merata.
“Ini yang perlu kita tingkatkan, penyediaan layanan internet gratis bagi warga di perkampungan,” ucapnya.
Qurnain menilai, layanan internet gratis ini sangat diperlukan di tengah perkembangan dunia saat ini sscara massal telah bermigrasi ke dunia digital. “Sektor ekonomi semuanya dari skala mikro sampai makro transaksinya sudah secara digital,” ucapnya.
Maka para pelaku UMKM perkotaan yang berada di kampung-kampung padat penduduk perlu di dukung dengan fasilitas memadai layanan internet. Sehingga jangkauan pasar untuk menjual produknya semakin besar.
“Ibu-ibu UMKM pembuat jajanan, seperti kue klepon, lupis, dadar guling, dan lain-lain ini harus disediakan jalan memasuki lapak digital yakni dengan internet gratis atau wifi. Sehingga mereka bisa menjual produk-produknya di platform media sosial. Yang terjadi, selama ini mereka enggan berjualan secara digital karena harus beli lagi paket internet,” paparnya.
Gagasan internet gratis disambut baik warga Tegal. Mereka sangat antusias bisa menikmati fasilitas internet gratis untuk mendukung usaha-usaha kecil yang tumbuh di lingkungan tersebut.
Feri, salah satu warga yang hadir mengatakan sangat membutuhkan layanan internet gratis. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan itu perlu mendapatkan informasi proyek rumah warga yang kerap diposting melalui media online.
“Sekarang yang mau perbaiki rumah jarang datang ke rumah tukang, mereka hubungi lewat online, facebook atau whatsapps. Jadi, kalau kami tidak online, pekerjaan nggak dapat,” keluhnya. (zad/r3)
Editor : Akbar Sirinawa