LombokPost-Sejumlah proyek fisik berpotensi molor saat musim hujan. Proyek itu kini kejar tayang agar bisa selesai tepat waktu.
Dari penelusuran laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Mataram, ada beberapa proyek yang baru selesai ditender. Seperti, pembangunan jogging track Taman Udayana. Total anggarannya Rp 750 juta.
Jogging track tersebut harus dibangun paling lambat Rabu (13/11). Masa pengerjaannya selama 30 hari dan masa pemeliharaan 365 hari.
Tidak hanya itu, ada juga beberapa proyek yang sudah dikerjakan dan batas waktu pekerjaannya harus selesai Desember. Sedangkan sampai saat ini, sudah masuk pertengahan November. Apakah semua proyek tersebut bisa selesai dikerjakan?
Beberapa proyek yang masih dalam proses pengerjaan adalah rekonstruksi kapasitas struktur Jalan Rusunawa Bintaro. Total anggarannya Rp 1,093 miliar.
Selain itu, ada juga pengerjaan proyek peningkatan kapasitas Jalan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan. Total anggarannya, Rp 1,206 miliar. Proyek tersebut dikerjakan CV Sastiwana beralamat di Dasan Lekong, Sukamulia, Lombok Timur.
Proyek lain adalah pembangunan Pantai Boom Ampenan. Pengerjaannya di siapkan anggaran Rp 4,5 miliar. Harus sudah selesai tanggal 21 Desember.
Anggota DPRD Kota Mataram Ahmad Azhari Gufron mengatakan, pihaknya sudah memanggil masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Meminta progres pengerjaan proyek fisik.
“Seperti di Dinas Perkim, DLH (Dinas Lingkungan Hidup), dan PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang),” kata Gufron.
Dari laporan masing-masing OPD proyek masih dalam progres. Seperti pengerjaan beberapa proyek di RTH Pagutan. ”Semua sudah hampir selesai. Begitu juga pembangunan jalan itu pengerjaannya tidak terlalu rumit,” ujarnya.
Begitu juga pembangunan jogging track di Taman Udayana, baru mulai dikerjakan. Jangan sampai penanganan kasusnya bermasalah. ”Meski pengerjaannya tidak terlalu sulit, perlu juga mengantisipasi kualitas bangunannya,” kata dia.
Terlebih lagi, saat ini sudah memasuki musim penghujan, progres pembangunan berpotensi molor. Jika masing-masing OPD lalai mengawasi hasil pekerjaan rekanan, hasil pekerjaan proyek tidak sesuai dengan kualitasnya.
”Kami di komisi III DPRD Kota Mataram berencana juga turun ke lapangan mengecek hasil pekerjaan pembangunan,” ujar Gufron.
Menurutnya, proyek yang berpotensi molor itu adalah pembangunan fisik yang ada bangunannya. Misalnya saja pembangunan Pantai Bom Ampenan.
”Di situ kan ada pembangunan amphiteater mini dan lapak pedagang. Kalau pembangunannya bisa molor kalau tidak diatasi saat musim hujan,” kata dia.
Proyek dari DAK Kementerian Pariwisata itu harus dimaksimalkan. Sebab, ini kepercayaan dari pemerintah pusat. ”Kalau ini tidak dimaksimalkan bisa jadi nanti dari pemerintah pusat enggan memberikan suntikan dana untuk pembangunan daerah,” ujarnya.
Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra mengatakan, terkait dengan pengerjaan Pantai Boom masih dalam progres. Sejauh ini, sudah mencapai 60 persen lebih. ”Mengalami deviasi plus 0,7 persen. Masih aman progresnya,” klaim Cahya.
Saat musim hujan seperti sekarang ini, Dispar sudah melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) di lapangan. Melibatkan, pengawas proyek, kepolisian, dan kejaksaan. ”Dari hasil monev kita diminta untuk menambah pegawai,” ujarnya.
Selain itu, pekerja juga diminta jam kerja ditambah. Sebab ketika hujan datang, mereka harus beristirahat. ”Kita minta pekerja untuk lembur,” kata dia.
Kerja lembur bisa mempercepat progres pembangunan. Mana titik yang diatensi harus bisa diselesaikan. ”Kita targetkan hingga akhir November ini progresnya sudah mencapai 70 persen,” ungkapnya.
Di proyek tersebut ada beberapa titik yang menjadi atensi. Seperti, pembangunan amphiteater mini dan 32 lapak untuk pedagang. ”Kalau amphitheater itu progresnya sudah mencapai 80 persen. Dipastikan selesai tepat waktu,” kata dia.
Begitu juga dengan pembangunan lapak, alatnya sudah dipesan dari pabrik. Nanti lapak tersebut dibuat konsepnya seperti bale Lumbung. ”Jadi, kayunya tinggal dipasang setelah fondasi dasar selesai,” ungkapnya. (arl/r3)
Editor : Akbar Sirinawa