Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dikes Mataram Tunggu Hasil Penyelidikan, Dugaan Dokter Puskemas Tabrak Lari Seorang Bocah

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 3 Desember 2024 | 09:30 WIB

 

BERDUKA CITA: Dokter Emir temui orang tua anak yang diduga meninggal karena ditabrak, Sabtu (30/11).
BERDUKA CITA: Dokter Emir temui orang tua anak yang diduga meninggal karena ditabrak, Sabtu (30/11).
 

 

LombokPost-Dinas Kesehatan Kota Mataram mengatensi dugaan tabrak lari seorang anak berusia 1,5 tahun oleh seorang dokter yang bekerja di salah satu Puskesmas di Kota Mataram. “Terduga adalah dokter kontrak Puskemas,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Emirald Isfihan, Minggu (1/12).

Atensi itu antara lain dengan membalas secara resmi surat aduan dari orang tua korban. Di mana dalam surat itu, orang tua korban menyampaikan dugaan penyebab kematian anaknya.

Langkah lainnya untuk proses hukum, Dikes berkoordinasi dengan aparat kepolisian. “Kita sudah koordinasi juga dengan Satlantas Polres Mataram,” imbuhnya.

Berikutnya, dokter dimaksud telah diklarifikasi atas tuduhan yang menimpanya. “Jawaban dari yang bersangkutan, tidak mengetahui ada kejadian (menabrak anak) tersebut,” tuturnya.

Sampai saat ini belum ada bukti yang menguatkan bahwa pelaku atau tersangka penabrak adalah dokter yang dimaksud. Oleh karenanya, dokter Emir menyerahkan sepenuhnya pada aparat kepolisian untuk memprosesnya secara hukum.

“Saat ini proses penyelidikan, jadi kita mengikuti proses dari kepolisian,” tekannya.

Pihaknya belum mengambil tindakan pada dokter tersebut karena masih harus menunggu penyelidikan kepolisian. “Setelah ada hasil dari kepolisian baru kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai prosedur,” tekannya.  

Sebagai bentuk empati atas duka yang dirasakan, dokter Emir menemui langsung orang tua korban. Kemudian juga berkomunikasi dengan kakek korban di Sumbawa via telepon.

“Pada tanggal 30 November 2024, hari itu saya ketemu langsung orang tua korban. Termasuk komunikasi sama kakeknya di Sumbawa via telepon,” terangnya.

Ia menilai komunikasi berjalan dengan bagus. “Mereka juga mengerti penyelesaian menjadi domain kepolisian,” ucapnya.

Sementara itu untuk terduga dokter sudah dilakukan BAP lewat Ikatan Dokter Indonesia (IDI). BAP ini untuk mendalami keterangan terduga dokter dan apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian dalam menangani korban. 

 “Ia juga menyampaikan akan kooperatif untuk penyelesaiannya,” imbuh pria yang juga Ketua IDI Kota Mataram ini. 

Saat ini proses sedang berjalan di Polres dan dalam tahap penyelidikan. Dokter Emir mengatakan, Dinkes Kota Mataram dan IDI Kota Mataram memberikan atensi penuh terhadap permasalahan ini.

“Namun sekali lagi domain ada di kepolisian sebagai pihak yang berwenang,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Raquenza Kinara Ramdhani, balita perempuan berusia 1,5 tahun meninggal dunia diduga ditabrak mobil di gang kompleks perumahan Puri Anggrek, Lingkungan Mendega, Kelurahan Tanjung Karang, Kota Mataram. Orang tua korban telah melaporkan kasus ini ke Satlantas Polresta Mataram.

”Kejadiannya hari Rabu tanggal 20 November sekitar 13.30 Wita. Saat itu kami semua di dalam rumah dan anak ini sedang makan es krim dan dia tiba-tiba keluar (rumah),” jelas Asmuji Karya Putri.

Tak berselang lama, bibi bocah tersebut melihat korban tersebut sudah tergeletak di jalan depan rumah mereka. Namun saat kejadian, mereka tak melihat siapapun atau kendaraan yang diduga menabrak balita ini.

”Saat itu kami langsung bawa ke rumah sakit. Namun oleh dokter di rumah sakit, adek tersebut sudah meninggal dalam perjalanan. Sempat ditangani dibantu alat memacu jantungnya, tetapi nyawanya tak terselamatkan,” jelas dia.

Dia mengaku di bagian kepala ada bekas luka. Bahkan saat dimandikan, darah keluar dari telinga, hidung, dan mulutnya.

Kemudian di malam hari usai kejadian, orang tua salah satu warga inisial MJF datang ke rumah duka meminta maaf. Dia menyampaikan jika MJF punya dua anak seperti Asmuji.

Ibu korban pun menaruh curiga dengan kedatangan orang tua MJF tersebut. ”Kok bisa dia datang minta maaf kalau tidak ada salah,” ungkapnya.

Setelah dia melihat rekaman CCTV milik salah satu tetangganya, saat kejadian berlangsung hanya ada satu mobil yang lewat, yakni mobil jenis HRV warna putih. Mobil tersebut diduga milik MJF yang diketahuinya merupakan tetangganya yang bekerja sebagai dokter.

“Saya curiga anak saya ditabrak MJF dan sudah saya laporkan ke pihak kepolisian sejak pekan lalu. Makanya saya berharap proses hukum bisa dipercepat,” pintanya.

Asmuji meminta agar dilakukan proses hukum sebagaimana mestinya. Jika memang terbukti, dia juga berharap terduga pelaku diberikan sanksi oleh instansi tempatnya bekerja maupun di organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Kami juga akan melaporkan persoalan ini ke IDI,” terangnya.

Kasatlantas Polresta Mataram AKP Yozana Fajri Sidik mengatakan pihaknya sudah menerima laporan terkait persoalan ini. Sejak hari kejadian, pihaknya langsung menurunkan tim mengecek tempat kejadian perkara (TKP).

“Hari ini (Selasa) anggota kami juga ke rumah sakit meminta hasil visum korban. Sejak hari pertama kami kawal bahkan ikut tahlilan agar menjaga situasi tetap kondusif di sana,” jelas Yozana.

Saat ini, pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak terkait hingga mengumpulkan barang bukti. Hal Ini dilakukan sesuai SOP untuk memenuhi administrasi penyelidikan. Pihaknya juga telah memintai keterangan dari MJF terkait persoalan ini di Unit Gakkum.

”Hasil pemeriksaan memang belum disampaikan secara detail oleh penyidik. Namun keterangan awal MJF, saat mengendarai mobil dia merasa ada melindas seperti batu bata,” ungkap Kasatlantas.

Setelah itu, dia pulang dan melaporkan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya. Untuk memastikan apakah MJF benar menabrak korban, pihak kepolisian akan melakukan gelar perkara.

“Yang jelas kami tetap melakukan proses hukum, pengumpulan bukti dan keterangan sejumlah pihak,” urainya. (zad/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post
#lari #Dugaan #Anak #Dokter #tabrak #Terduga