LombokPost-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal dimulai 2 Januari 2025. Pemkot Mataram sudah menggelar rapat dengan Korem 162/Wira Bhakti.
”Kalau di Kota Mataram ada pemetaannya. Ada 6 dapur untuk siapkan makan bergizi gratis bagi pelajar,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram M Yusuf.
Enam dapur tersebut dibuat untuk mengcover sekolah yang ada di enam kecamatan. Makan bergizi gratis itu diperuntukkan bagi pelajar. ”Mulai dari SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), dan SMA (Sekolah Menengah Atas),” bebernya.
Khusus untuk SD dan SMP lintas koordinasi dengan Disdik Kota/Kabupaten. Sedangkan untuk SMA itu dikoordinasikan dengan Disdik NTB. “Karena, kita bertanggungjawab terhadap SD dan SMP,” ujarnya.
Pada masing-masing dapur tersebut, nanti sudah ada yang menyiapkan. Pihak sekolah hanya menerima pengantaran makanan. ”Saya dengar untuk per porsi itu dihargai Rp 10 ribu. Nanti makan menggunakan sayur, daging, dan lainnya,” ujarnya.
Pemkot Mataram belum mempersiapkan anggaran. Begitu juga pelaksanaan program tersebut tidak menggunakan dana Bantuan Operasional Siswa (BOS). “Seluruh anggarannya dari BGN (Badan Gizi Nasional),” terangnya.
Untuk pembangunan dapur itu, seluruhnya diserahkan ke BGN. Nanti mereka berkoordinasi dengan anggota TNI/Polri. ”Kami hanya menerima program. Sifatnya hanya koordinasi saja,” ungkapnya.
Yusuf menerangkan, secara teknis penyediaan makan bergizi gratis tidak diketahui. Sebab, nanti sudah disiapkan dapur dan juru masaknya. ”Program ini sangat bagus, para siswa bisa mendapatkan makan gratis dengan gizi yang seimbang,” bebernya.
Jumlah siswa yang bakal menjadi sasaran cukup besar di Kota Mataram. ”Ada sekitar 160 ribuan pelajar yang ada di Kota Mataram ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Murid Melda Alfia mendukung upaya pemerintah menyiapkan makan bergizi gratis di sekolah. Paling tidak, para orang tua juga bisa terbantu dengan program itu. ”Jadi, anak-anak nanti bisa mengurangi uang jajannya. Mereka bisa menikmati makan bergizi secara gratis,” kata Melda.
Anaknya yang sekolah di SDN 2 Cakranegara itu tidak risau lagi anaknya jajan sembarangan di sekolah. ”Kalau kita jadi orang tua tetap ada kerisauan anak kita disekolah makan sembarangan. Makanya, setiap sekolah saya selalu beri bekal untuk dimakan saat keluar bermain,” bebernya.
Menurutnya, program itu tidak hanya berdampak pada kesehatan generasi anak muda. Tetapi juga dapat menghidupkan UMKM di Kota Mataram. ”Sebab, jika melihat kebutuhan untuk memasak pasti bakal cukup besar,” ungkapnya. (arl/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post