LombokPost-Cahaya Sukma Dewi, mahasiswi Ekonomi Bisnis berusia 21 tahun asal Kota Mataram dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Nusa Tenggara Barat (NTB) 2025.
Pada malam puncak pemilihan yang digelar di Ballroom Prime Park Hotel, Jumat malam (6/12), Cahaya Sukma Dewi mengungguli delapan finalis lainnya dan menerima mahkota dari Putri Ayu Diana, Puteri Indonesia NTB 2024.
Dengan penuh haru, Cahaya Sukma Dewi mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diterimanya, terutama dari keluarga tercinta.
“Terima kasih atas semua pihak yang telah memberikan dukungan, terutama kepada orang tua, Ibu saya,” ujar Cahaya Sukma Dewi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata NTB Jamaluddin Malady, menyampaikan bahwa ajang pemilihan ini merupakan kegiatan rutin tahunan untuk memilih Puteri Indonesia NTB yang akan mewakili provinsi di tingkat nasional.
“Alhamdulillah, sudah terpilih Puteri Indonesia Nusa Tenggara Barat 2025. Kita doakan agar Cahaya Sukma Dewi bisa tampil maksimal di tingkat nasional, membawa nama baik NTB, dan bahkan meraih gelar bergengsi seperti Puteri Lingkungan,” katanya.
Jamaludin menekankan pentingnya predikat putri lingkungan agar bisa diraih Cahya Sukma Dewi.
“NTB terkenal dengan destinasi alamnya, seperti Gunung Rinjani dan Gunung Tambora,” terangnya.
Cahaya Sukma Dewi akan melanjutkan perjalanannya bersaing di Grand Final Puteri Indonesia 2025 di Jakarta.
Dukungan dan doa dari masyarakat NTB diharapkan mampu menjadi motivasi bagi Sukma untuk mengharumkan nama NTB di kancah nasional.
Rangkaian pemilihan Putri Indonesia NTB 2025 dimulai dengan audisi hybrid pada Rabu (27/11). Para peserta berasal dari Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok.
Mereka menampilkan advokasi serta unjuk bakat di hadapan dewan juri.
Ketua Dewan Juri sekaligus Licence Holder, drg Farida Istiarini, Sp.Ort menjelaskan tema ajang tahun ini adalah The Magnificent of West Nusa Tenggara.
“Tema ini mengangkat keindahan NTB dengan keberagaman hayati, agama, dan budaya yang menjadi daya tarik tersendiri,” ucapnya.
Proses audisi berjalan ketat hingga terpilih 10 finalis. Namun, dua peserta mengundurkan diri karena alasan kesehatan dan ujian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bali.
Adapun delapan finalis yang berkompetisi antara lain, Saeva Silvia, Bilqis Atha Gita, Sabila Syahwa Insani, Ni Luh Jenitha Asdia Putri, Mila Sari, Cahaya Sukma Dewi, Nungki Andriani Astuti, dan I Gusti Ayu Maesya Andini.
Cahaya Sukma Dewi, selanjutnya akan menjalani pembinaan intensif sebelum berkompetisi di tingkat nasional.
Ia yakin NTB dapat tembus prestasi dan menargetkan posisi tiga besar di Pemilihan Puteri Indonesia 2025.
“NTB sudah menjadi provinsi yang diperhitungkan sejak 2020. Peserta dari NTB dipilih secara matang, bukan sekadar tampil,” ucapnya. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida