LombokPost-Kebutuhan elpiji ukuran 3 kilogram tahun 2025 bakal bertambah. Sebab, tahun depan, banyak event skala nasional dan internasional digelar di Kota Mataram.
”Tahun depan kita sudah minta tambahan kuota elpiji bersubsidi ke PT Pertamina,” kata Kabid Barang Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida.
Beberapa event nasional yang akan diselenggarakan di Kota Mataram adalah kejuaraan multi event olahraga rekreasi yang diselenggarakan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi).
Penyelenggaraan event itu tentu memberikan dampak besar terhadap penggunaan elpiji.
”Semoga saja disetujui,” harapnya.
Setiap tahunnya, kebutuhan gas melon itu selalu meningkat. Sebelumnya pada tahun 2023, kuota yang diberikan sebesar 18 ribu meter kubik ton.
Tahun 2024, kuota yang diusulkan meningkat dua meter kubik ton menjadi 20 meter kubik ton.
Tahun depan diusulkan kuota elpiji 3 kilogram sejumlah 3 ribu meter kubik.
“Makanya tahun ini kita tambah usulan kuota menjadi 23 meter kubik ton,” ujarnya.
Sri mengatakan, kuota elpiji di Mataram selalu surplus. Artinya, jatah yang diberikan tidak sepenuhnya digunakan.
”Meski demikian, tetap kita ajukan kelebihan kuota,” ungkapnya.
Itu sebagai langkah antisipasi. Sebab, hal-hal yang tidak terduga memungkinkan bisa terjadi.
”Agar kebutuhan stok juga tetap terpenuhi,” kata Sri.
Saat ini, harga elpiji ukuran 3 kilogram masih di angka Rp 17 ribu.
”Itu harga di pangkalan,” ujarnya.
Tetapi, di warung-warung kecil bisa sampai Rp 20 ribu. Sebab, sudah melewati beberapa tangan pengecer.
”Masih dalam hal wajar kalau harga,” kata dia.
Saat ini, pendistribusian juga diperketat untuk pembeliannya.
Pembeli harus menunjukkan identitas.
”Sebab, penggunaan elpiji 3 kilogram ini diprioritaskan bagi warga tidak mampu,” bebernya.
Tujuannya menggunakan identitas agar penyaluran gas elpiji tepat sasaran.
Tidak digunakan untuk kegiatan lain. ”Pembeliannya sudah disubsidi negara,” kata dia. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida