LombokPost-Kondisi Kota Mataram pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) diharapkan tetap kondusif.
Untuk menjaga itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram memetakan potensi kerawanan.
”Kita bahas pemetaan itu, besok (Kamis, 12/12),” kata Kepala Bakesbangpol Kota Mataram Zarkasyi.
Ada tiga yang menjadi potensi kerawanan yang dianalisa. Pengamanan pada saat perayaan natal, perdagangan dan jasa, dan kondisi cuaca.
”Tiga persoalan itu yang menjadi atensi,” bebernya.
Dari laporan, perayaan natal akan dilaksanakan pada 13 gereja dan 15 rumah ibadah. Sementara itu malam misa dilaksanakan pada enam gereja.
Ditambah lagi, pada tanggal 30 Desember akan dilaksanakan natal bersama Persatuan Gereja Indonesia (PGI) NTB.
Pelaksanaanya dilakukan musyawarah bersama antargereja di NTB. Rencananya akan digelar di Auditorium M Jusuf Abu Bakar Universitas Mataram.
Diprediksi akan diikuti 1.200 peserta.
”Semua tempat beribadah saat natal dan pasca natal bakal diamankan,” ujarnya.
Nantinya, berkoordinasi dengan Polresta Mataram, Kodim 1606 Mataram, dan Pamswakarsa.
”Kita terus berkoordinasi dengan seluruh elemen. Bentuk antisipasinya nanti patroli secara berkala dan merazia tempat hiburan malam,” kata dia.
Isu lain yang dipetakan adalah menjelang Nataru terjadi kenaikan harga pada beberapa jenis komoditi. Seperti daging ayam, tomat, minyak goreng, dan beras.
”Untuk mengantisipasi itu adanya persoalan yang muncul. Kami sudah berkoordinasi dengan OPD teknis,” kata dia.
Rencananya nanti akan dilaksanakan sidak pasar dan distributor.
Dinas Perdagangan juga sudah menyiapkan penyediaan pangan murah.
”Itu sudah dilaksanakan pasar murah di beberapa titik lokasi,” kata dia.
Akibat dari kenaikan harga itu muncul isu adanya kekhawatiran warga terhadap inflasi. Juga kelangkaan bahan pokok sehingga berpotensi menimbulkan panic buying.
”Tetapi, sudah kita lakukan koordinasi dengan Disdag Kota Mataram. Semua stok aman. Memang ada kenaikan harga tetapi tidak sampai ada panic buying,” tegasnya.
Sementara itu, isu mengenai kondisi cuaca, diperkirakan terjadi peningkatan intensitas curah hujan.
”Diprediksi terjadi pada akhir tahun 2024 dan awal tahun 2025,” terang Zarkasyi.
Pemkot Mataram telah melaksanakan langkah antisipatif terhadap persoalan yang memungkinkan timbul.
Mereka memberikan imbauan, mengaktifkan posko bencana, penanganan pohon tumbang dengan melakukan perantingan.
”Kita juga sudah menggelar apel siaga bencana pada 6 November lalu. Tim Satgas juga sudah sigap jika ada terjadi bencana di salah satu tempat di Mataram. Tetapi, mudahan saja tidak ada bencana besar,” harapnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida