LombokPost-Pemkot Mataram sudah siaga menghadapi ancaman bencana pada cuaca ekstrem.
Terlebih lagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem bakal terjadi hingga akhir Desember.
Pemkot Mataram kini mempersiapkan anggaran untuk penanganan bencana. Dana tersebut diatensi dari dana Bantuan Tidak Terduga (BTT).
”Total yang disiapkan Rp 5 miliar,” kata Sekda Kota Mataram Lalu Alwan Basri.
Anggaran tersebut sudah disediakan.
Masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) teknis bisa mengajukan permohonan dana.
”Anggarannya juga harus dioptimalkan,” kata dia.
Anggaran tersebut khusus menangani situasi kedaruratan penanganan bencana. Tidak hanya untuk penanganan pohon tumbang, abrasi, dan lainnya.
”Melainkan juga bisa digunakan untuk perbaikan rumah warga yang rusak akibat bencana alam,” ujarnya.
Proses pengajuannya itu harus berdasarkan prosedur. Pemukiman warga terdampak akan dicek kondisinya.
”Nanti ada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” jelasnya.
Setelah dilakukan telaahan lapangan, selanjutnya diusulkan untuk perbaikan.
”Penggunaannya harus sesuai perencanaan dan memiliki bukti pertanggungjawaban,” kata dia.
Pekan lalu, ada terjadi bencana abrasi di kawasan Bintaro Jaya, Bintaro, Ampenan dan Lingkungan Bagek Kembar, Tanjung Karang Permai, Sekarbela. Itu ada menggunakan dana BTT.
”Kita berikan bantuan sembako dan kebutuhan lainnya untuk warga. Itu disalurkan melalui Dinas Sosial,” ujarnya.
Khusus di Kota Mataram yang selalu menjadi ancaman hanya potensi banjir dan abrasi.
Juga gempa bumi. Untuk itu, perlu adanya antisipasi.
”Perlu disiapkan skenario cepat dan tepat,” ujarnya.
Sehingga penanganan bencana lebih baik. Agar mengurangi resiko korban terhadap bencana.
”Masyarakat jangan terlalu resah. Pemerintah tetap hadir membantu warga saat terjadi kebencanaan,” kata dia. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida