LombokPost-Dinas Kesehatan akan menyurati semua Rumah Sakit (RS) yang ada di Kota Mataram untuk meminta menyiagakan Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Langkah ini untuk mengantisipasi mobilitas masyarakat yang diperkirakan meningkat besar selama perayaan hari besar tersebut.
“Saya berencana minta seluruh Rumah Sakit terlibat standby,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Emirald Isfihan, Kamis (12/12).
Salah satu yang diantisipasi berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya adalah kecelakaan lalu lintas yang meningkat terutama saat malam pergantian tahun.
“Supaya tidak hanya satu dua rumah sakit yang jadi rujukan. Sebelumnya kan hanya RS kota dan RS provinsi yang jadi rujukan,” ucapnya.
Dokter Emir menekankan, penyiagaan rumah sakit diperlukan dalam upaya mempercepat layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan medis dengan segera.
“Kita punya 16 rumah sakit yang bisa standby, sehingga kalau ada yang kecelakaan atau butuh pertolongan cepat bisa dibawa langsung ke rumah sakit terdekat,” tegasnya.
Warga menurutnya sudah dapat mengakses layanan semua rumah sakit di Kota Mataram. Warga kota hampir seluruhnya, telah dimasukkan dalam Universal Health Coverage (UHC).
“Kalau ada yang belum UHC, segera sampaikan ke kami, akan segera kami cover,” tekannya.
Secara spesifik, dokter Emir mengatakan layanan yang harus disiagakan IGD. “Supaya kesiapsiagaan kita selama Nataru ini bisa kita hadirkan,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, dokter Emir mengatakan perlu menyampaikan edukasi bagi warga yang terkover UHC BPJS.
Warga perlu memperhatikan, layanan kesehatan yang dapat diklaim adalah yang bukan berunsur mencelakakan diri sendiri.
“Kalau mencelakakan diri sendiri tidak terkover BPJS,” tegasnya.
Ia mencontohkan seperti mengendara ugal-ugalan di bawah pengaruh minuman keras atau obat-obatan terlarang sehingga memicu kecelakaan.
Model menyakiti diri sendiri semacam ini, bukan bagian yang dilindungi BPJS.
“Kalau terbukti (ugal-ugalan, minuman keras atau obat-obatan terlarang) saya pastikan mereka akan kesulitan mendapatkan layanan BPJS,” tegasnya.
Oleh karenanya, warga dihimbau sebelum keluar merayakan natal dan tahun baru diminta melengkapi diri dengan standar keselamatan diri.
Sehingga bila terjadi peristiwa seperti kecelakaan, layanan kesehatan bisa mereka dapatkan tanpa kendala.
Ditambahkan dokter Emir, dinkes telah membentuk tim kesehatan.
“Mereka yang akan bekerja selama Nataru,” ucapnya.
Tim ini telah lebih dahulu bekerja dengan turun ke masyarakat.
“Mereka sudah mulai turun ke kampung-kampung untuk menyisir penyakit yang timbul akibat bencana Hidrometeorologi,” ucapnya.
Tim ini akan terus bekerja sampai tanggal 10 Januari 2025. Tugas kesehatan maraton, berkenaan dengan mengamankan jalannya perayaan Nataru.
Selain menyurati 16 rumah sakit se Kota Mataram, dinkes akan mengoptimalkan juga peran 6 puskesmas se Kota Mataram.
“Kalau ambulans kita punya banyak, selain yang di masing-masing rumah sakit, di puskesmas saja kita punya 23 unit. Jadi saya kira, semua akan dikerahkan berpatroli berpartisipasi dalam mendukung kelancaran Nataru,” pungkasnya. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida