Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cerita Suwarno, Mantan Instruktur Gym yang Melatih Kebugaran Pejabat dan Kini Diangkat jadi Pengawal Pribadi

nur cahaya • Minggu, 15 Desember 2024 | 09:25 WIB

 

BADAN KEKAR: Instruktur Gym Suwarno menunjukkan ototnya saat sedang duduk berdiskusi dengan instruktur lain di Mataram, Jumat (13/12).
BADAN KEKAR: Instruktur Gym Suwarno menunjukkan ototnya saat sedang duduk berdiskusi dengan instruktur lain di Mataram, Jumat (13/12).
  

Suwarno punya perjalanan panjang menjadi instruktur gym. Sudah belasan tahun hidup menjadi instruktur.

Lewat profesinya itulah dia bisa mengenal para pejabat. Sebab, dia turut melatih kebugaran beberapa pejabat. Hingga dirinya pernah diangkat menjadi pengawal pribadi.

-------------------------

Badannya kekar. Tinggi badannya sekitar 171 sentimeter. Rambutnya gondrong.

Terikat karet. Itu sedikit menggambarkan Suwarno. Salah satu mantan instruktur gym yang malang melintang di Kota Mataram.

Dia mengenal dunia gym sejak 2002. Berawal dari mengangkat barbel rakitan sendiri.

“Karena mau nge-gym itu tempatnya bisa dihitung dengan jari,” kata dia.

Setelah badannya sedikit terbentuk, pria yang akrab disapa Onok itu mencoba masuk  ke dunia gym.

“Waktu itu pertama kali saya masuk itu ke tempat Gym di kawasan Monjok (Selaparang, Mataram),” ingatnya.

Dia belajar otodidak di tempat nge-gym. Sambil bertanya-tanya ke tempat pemilik gym.

”Dari situ, pelan-pelan saya belajar,” kata dia.

Baca Juga: Temui Presiden, Lalu Iqbal Diminta Serius Dan Fokus Urusi NTB

Setelah empat tahun berlatih di lapangan, Onok pun mulai memberanikan diri melatih. Memberikan pelatihan tidaklah mudah.

”Perlu ada konsep dan teknis. Apa yang diinginkan member harus diketahui,” kata dia.

Misalnya, member ingin membesarkan bahu atau lengan harus memiliki jadwal. Sebab, tidak serta merta bisa langsung berkembang.

”Jadi kita buatkan dia jadwal latihan. Juga kita perlukan suplemen,” kata dia.

Suplemen itu fungsinya untuk merangsang otot. Juga menambah berat badan.

“Kalau dulu suplemen yang sering digunakan adalah Muscle Juice, Amino 2000, 2022, dan creatine,” ujarnya.

Harganya cukup mahal. Muscle Juice kisaran harganya Rp 1,7 juta. Sedangkan, Amino kisaran Rp 1,2 juta.

”Fungsi Muscle Juice itu untuk menambah berat badan. Kalau amino itu untuk membantu pengembangan otot,” kata dia.

Yang diperlukan juga adalah komunikasi yang baik.

Bagaimana caranya member bisa menerapkan apa yang diinstruksikan.

”Kalau salah penerapannya, bisa membuat orang cedera,” kata dia.

Setiap member, Onok mengambil tarif tidak terlalu mahal.

Per orang diambil bayaran Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per bulannya.

”Saya berikan empat kali pertemuan selama sebulan,” kata dia.

Dengan belasan tahun menjadi instruktur, Onok pun bisa mengenal pejabat.

Dia melatih Kakanwil Kemenkumham NTB dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram.

”Itu zamannya pak Indro dan Kalapasnya pak Akbar,” terangnya.

Dengan komunikasi yang baik dan para pejabat merasa nyaman saat dilatih, membuat dirinya dipercaya untuk mengawal dalam menjalankan kegiatan di NTB.

”Saya diangkat jadi pengawal pribadinya waktu itu,” kata Onok.

Sebab, selesai bertugas mereka harus nge-Gym. Seminggu harus masuk gym tiga kali seminggu.

”Alhamdulillah, dengan instruksi yang diberikan mereka kini lebih sehat. Badannya juga menjadi lebih kekar. Cocok menjadi pejabat,” jelas pria 47 tahun itu.

Tetapi, pada tahun 2019, dia tidak bisa menjadi instruktur. Dikarenakan mendapatkan musibah.

”Saya mengalami kecelakaan. Hingga mengakibatkan cedera bahu,” ujarnya.

Kini sudah hampir enam tahun vakum melatih. Tetapi, sekarang sudah sembuh.

“Rencananya tahun depan sudah mulai aktif lagi menjadi instruktur,” ungkapnya. (Suharli/r3)

Editor : Kimda Farida
#pengembangan #Member #otot #pejabat #pribadi #Mataram #gym #NTB #Lapas #pengawal #instruktur