Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ini Respons Disdik Kota Mataram Soal Wacana Penghapusan Zonasi, Pemberlakukan Grade Sekolah Bisa jadi Solusi

Lalu Mohammad Zaenudin • Minggu, 15 Desember 2024 | 10:57 WIB

 

DOKUMEN: Siswa didampingi orang tuanya saat daftar ulang di SMPN 15 Mataram pada PPDB, berapa waktu lalu.
DOKUMEN: Siswa didampingi orang tuanya saat daftar ulang di SMPN 15 Mataram pada PPDB, berapa waktu lalu.

LombokPost-Dinas Pendidikan Kota Mataram menyatakan kesiapannya menjalankan apapun keputusan pemerintah pusat terkait penerapan sistem zonasi dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB).

“Ya, kita setuju saja apa yang menjadi keputusan pusat (termasuk jika dihapus),” kata Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf.

Jika sistem zonasi dihapus maka akan membuka kembali kesempatan lebih luas bagi siswa memilih sekolah sesuai dengan minat dan kebutuhan pendidikannya.

Menurutnya, pada dasarnya sistem zonasi memiliki motivasi positif dalam memeratakan kualitas pendidikan di semua sekolah.

“Motivasinya sebenarnya bagus yakni memeratakan kualitas pendidikan,” paparnya.

Namun dalam penerapannya, muncul beberapa persoalan yang terus menjadi bahan evaluasi perbaikan. 

Maka konsekwensi atas penghapusan ini membuka kembali sistem yang lama digunakan kembali.

“Syarat penerimaan siswanya bisa dengan NEM (Nilai Ebtanas Murni) lagi. Tapi apapun itu, kita tunggu hasil sistem ini dievaluasi kementerian,” terangnya.

Ia menilai sistem zonasi telah berkontribusi dalam memeratakan kualitas pendidikan di semua sekolah.

“Kualitas sekolah kita merata di semua tempat,” tekannya.

Namun evaluasi atas sistem zonasi ini masih menyisakan catatan ada sekolah tidak kebagian murid.

“Kita juga masih temui perdebatan tentang wilayah lingkungan,” ungkapnya.

Penghapusan sistem zonasi tidak mengakhiri persoalan dalam PPDB.

“Salah satunya potensi penumpukan siswa berprestasi dalam satu sekolah,” ucapnya.

Sistem sebelum zonasi terbukti telah melahirkan sekolah favorit yang sebenarnya tidak dikenal dalam nomenklatur dunia pendidikan.

“Tapi mungkin nanti kita bisa pacu kualitas sekolah dengan menerapkan sistem grade sekolah,” ucapnya.

Dengan demikian sekolah dapat terpacu meningkatkan kualitas layanan pendidikannya.

“Sama seperti kampus juga ada kampus grade A dan seterusnya. Ya kita tinggal menyesuaikan pada konteks perkembangan zaman saja,” tekannya.  (zad/r3)

 

 

Editor : Kimda Farida
#zonasi #Penerapan #motivasi #ppdb #pendidikan #Sekolah #pemerintah #Mataram #Pendaftaran