LombokPost-Program Makan Bergizi Gratis mulai diterapkan pada awal tahun 2025.
Di tahap awal, sebanyak 3.000 siswa menerima program ini.
Dapur umum telah disiapkan. Berlokasi di Zipur TNI dengan ukuran dapur 20x20 meter.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram Zia Urrahman mengungkapkan antusiasnya pada segera dirilisnya program ini.
“Program ini solusi nyata mengatasi ketimpangan gizi anak-anak,” katanya, Kamis (19/12).
Ia pun senang program ini telah disiapkan dengan sangat matang.
Keterlibatan dari unsur TNI untuk melaksanakan dan mengawal program ini diyakni akan membuat program berjalan baik dan lancar.
“Apapun konsep yang disiapkan, saya atas nama Ketua DPC PPP Kota Mataram tentunya mensupport betul program makan bergizi gratis ini,” tekannya.
Menurutnya yang terpenting subtansi dari program ini bertujuan mulia memeratakan gizi anak didik.
Program ini merupakan langkah konkret menyiapkan generasi emas 2045.
“Kalau kita bicara tentang generasi emas 2045, saya pikir ini adalah langkah konkretnya. Mulai dari perbaikan gizi anak-anak, supaya fisik mereka tumbuh dengan optimal, tidak alami stunting, begitu pula dengan otaknya cerdas-cerdas,” ucapnya.
Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Mataram ini mengungkapkan rasa tak sabarnya menyaksikan program ini diluncurkan.
Sebagaimana diinformasikan sebanyak 3.000 siswa dari SD, SMP, dan SMA atau sederajat yang berada di dekat dapur umum menjadi ploting awal penerima manfaat program ini.
“Jujur saja, kami tidak sabar menunggu momen penting dimulainya perbaikan dan pemerataan gizi anak-anak kita yang akan menjadi penerus pembangunan,” ungkapnya.
Sebagai wakil rakyat, ia juga akan memberikan dukungan yang diperlukan demi kelancaran program tersebut. Program ini ditekankan sangat strategis untuk membangun jasmani dan rohani anak-anak.
“Akal yang sehat terdapat pada raga yang sehat,” pungkasnya.
Dukungan program ini juga diberikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram.
Koordinasi dilakukan dengan Dinkes NTB dan dinas pendidikan baik yang kota maupun provinsi.
“Kami sudah ada koordinasi, tinggal kita menunggu petunjuk teknis dari pemerintah,” ucap Kepala Dinkes Kota Mataram dr H Emirald Isfihan.
Kontribusi yang dapat diberikan antara lain dengan menerjunkan ahli gizi.
Tim ini dapat memberikan masukan dan pola makan yang baik agar hasil program ini lebih optimal.
“Kami juga dapat menerjunkan dokter untuk mengukur manfaat dari program ini setelah beberapa waktu berjalan,” ucapnya.
Ia berharap, program ini dapat berkontribusi pula menekan kasus stunting.
“Prinsipnya kami siap memberikan dukungan,” pungkansya. (zad/r3)
Editor : Kimda Farida