LombokPost-Pajak Grosir dan Pertokoan (PGP) resmi naik 100 persen. Ditengah kenaikan itu, para pedagang banyak mengeluh.
Mereka mengeluhkan mengenai fasilitas MCK dan toko yang banyak bocor.
"Ini kan tidak sesuai dengan kenaikannya yang 100 persen," keluh Dayu pedagang di Pasar Cakranegara.
Pedagang merasa tercekik dengan kenaikan itu. Tempatnya banyak yang bocor.
"Sebenarnya tidak layak tempatnya," keluhnya.
Ketika hujan datang, dagangannya banyak yang basah. Jika dibiarkan dagangannya bisa rusak.
"Terpaksa saya harus pasangkan spandek sendiri. Supaya airnya tidak merembes," kata dia.
Tidak hanya itu, pedagang baju itu khawatir dengan air yang merembes. Sebab, masuk ke dalam token listrik.
"Itu bisa menyebabkan konslet," kata dia.
Selain harus menghadapi toko yang banyak rusak, dia harus memikirkan lagi kenaikan pajak.
Biasanya membayar Rp 1,2 juta setiap bulannya.
"Sekarang kita harus ditekan membayar dua kali lipat. Sekarang kita harus bayar Rp 2,4 juta per tahun," keluhnya.
Menurutnya, itu terlalu berat baginya. Mengingat saat ini pasar juga tidak terlalu ramai.
"Kalau ramai sih tidak ada masalah. Bisa kita tutupi," ungkapnya.
Dayu berharap, Pemkot Mataram bisa memberikan kebijakan. Paling tidak toko tempatnya jualan itu diperbaiki dulu.
"Ini kan pakai uang pribadi juga saya perbaiki," terangnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Uun Pujianto mengatakan, terkait dengan kenaikan itu merupakan aturan. Sudah diketok bersama legislatif.
"Kenaikan ini juga merupakan usulan dari dewan," kata Uun.
Untuk perbaikan sejumlah grosir dan pertokoan di pasar sudah diupayakan untuk diperbaiki. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap.
"Nanti akan disesuaikan dengan anggaran," kata dia.
Pihaknya sudah mengusulkan perbaikan sejumlah toko.
Anggarannya sudah disiapkan Rp 200 juta.
"Tetapi perbaikannya akan dilakukan di sejumlah titik," tandasnya. (arl/r3)
Editor : Kimda Farida