Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tepis Rumor Geng Motor, Polisi Sebut Hanya Kumpulan Balap Liar yang Meresahkan

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 13 Januari 2025 | 13:35 WIB

 

ILUSTRASI: Sekumpulan anak-anak tengah melakukan balap liar di kawasan Udayana, beberapa waktu lalu.
ILUSTRASI: Sekumpulan anak-anak tengah melakukan balap liar di kawasan Udayana, beberapa waktu lalu.
 

LombokPost-Sepekan terakhir warga ibu kota dihebohkan rumor adanya geng motor.

Isu ini semakin ramai dengan beredarnya foto yang dinarasikan sebagai korban dari tindakan brutal para geng motor.

Benarkah geng motor yang belakangan ini meramaikan pemberitaan nasional ada di Kota Mataram?

Kasatpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi, tak secara spesifik membahas tentang eksistensi geng tersebut saat diwawancarai.

Ia hanya menekankan bahwa keluhan masyarakat akibat peningkatan gangguan keamanan, pihaknya langsung merespons dengan turun patroli.

“Kami meningkatkan patroli khususnya di jam-jam rawan,” katanya, Jumat (10/1).

Patroli ini dilakukan bersama dengan aparat kepolisian.

Hasilnya mereka kerap mendapati sekelompok pemuda yang nongkrong menggunakan kendaraan bermotor hingga lewat jam malam.

Namun Irwan, menghindari mendeskripsikan mereka sebagai geng motor yang meresahkan.

“Kami juga sudah memetakan di mana saja daerah kumpul mereka,” terangnya.

Umumnya mereka yang berkumpul itu adalah para anak muda.

Mereka mengelompokkan diri dalam komunitas balap liar.

“Pertama titik kumpul mereka di Turide, di sana mereka biasanya kumpul. Ngundang atau menunggu teman-temannya yang akan balap liar,” ucapnya.

Titik berikutnya adalah di Jalan Sriwijaya, Kekalik. “Dekat Pertamina,” rincinya.

Lalu titik lainnya adalah di jalan Adi Sucipto dan kawasan Udayana.

“Di tiga titik inilah mereka kami pantau sering berkumpul,” katanya.

Pihaknya sebenarnya tidak tinggal diam dengan aksi balap liar yang meresahkan itu.

Hanya saja ketika dilakukan pendekatan remaja itu membubarkan diri ke berbagai arah sehingga menyulitkan petugas melakukan pembinaan.

“Anak-anak ini kucing-kucingan dengan petugas,” ucapnya.

Ditekankan kembali terkait benar tidaknya keberadaan geng motor, Irwan menyerahkan proses penyelidikannya kepada pihak kepolisian.

“Kalau potensi geng motor dan anarkisme pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan,” ucapnya.

Kembali ke balap liar, keberadaan mereka tak dipungkiri masih ada di wilayah Kota Mataram.

Anggota komunitas tidak hanya dari warga dalam kota, beberapa juga datang dari luar kota.

“Mereka ada dan itu yang kami upayakan agar tidak mengganggu orang lain,” tegasnya.

Ia juga enggan mengomentari lebih jauh soal kabar adanya warga kota yang menjadi korban geng motor.

“Saya tidak bisa bicara, karena kami hanya membantu (mewujudkan kamtibmas),” tegasnya.

Kabag Ops Polresta Mataram Kompol I Gede Sumadra Kerthiawan, secara tegas mengatakan tidak ada geng motor di Kota Mataram.

Menurutnya istilah itu hanya klaim dari sekumpulan remaja yang sering kedapatan balap liar.

“Itu hanya istilah (mereka), padahal hanya klub motor yang sering melaksanakan balap liar,” tekannya.

Kumpulan klub motor ini diasumsikan berbeda dengan geng motor yang meresahkan di sejumlah daerah di Indonesia.

Dalam aktivitasnya klub motor ini hanya kumpul-kumpul dan balap liar.

Belum ada indikasi dengan sengaja membawa sajam untuk tujuan tawuran antar geng. “Ada yang kumpul di Jempong, dan lain-lain. Kami secara konsisten turun patroli cegah mereka balap liar,” tegasnya.

Terkait beredarnya narasi dan foto yang disebut korban geng motor, saat ini masih berlangsung pendalaman kasus. Namun ditegaskan, pihaknya telah meningkatkan patroli untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Apalagi malam minggu, kawasan seperti teras Udayana, simpang empat Rembiga, kami pantau. Polsek-polsek juga turun patroli,” ucapnya.

Kalau ada yang terindikasi balap liar dengan kondisi motor yang sudah tidak standar maka akan diamankan. “Apalagi sampai ada yang ditemukan bawa sajam, teman-teman (wartawan, Red) sudah tahu UU berapa yang dikenakan,” paparnya.

Sementara mengenai rumor pelaku mengenakan ciri khusus seperti kalung berbentuk roti, menurutnya itu hanya bentuk ekspresi saja.

“Agar ditakuti, tapi yang jelas tidak ada geng motor di Kota Mataram,” pungkasnya. (zad/r3)

Editor : Kimda Farida
#Balap Liar #kendaraan #aparat #geng motor #masyarakat #gangguan #Rawan #keluhan #Patroli #kepolisian #Mataram #kemanan