Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

HMPV seperti Flu Biasa, Orang Sakit Diimbau Menggunakan Masker

Sanchia Vaneka • Senin, 13 Januari 2025 | 14:11 WIB

 

GUNAKAN MASKER: Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker pelindung antisipasi penyebaran virus HMPV. 
GUNAKAN MASKER: Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker pelindung antisipasi penyebaran virus HMPV. 
 

LombokPost-Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terkait merebaknya virus Human Metapneumovirus (HMPV) di Indonesia.

Sebab, virus virus ini cenderung ringan, apaagi bagi orang yang memiliki imunitas bagus. 

"Jangan panik. Sangat gampang dicegah, yakni dengan imunitas yang bagus. Kalaupun terkena (HMPV), efeknya tidak terlalu berat dengan menjaga imunitas," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram Emirald Isfihan.

Emirald menjelaskan, virus HMPV merupakan wabah influenza atau flu yang sudah terjadi sejak lama di luar negeri.

Dirinya pun menyebut, wabah HMPV merupakan virus influenza atau flu biasa dan tidak mematikan seperti Covid-19.

"Ini penyakit lama, cuma dihebohkan dengan kejadian yang di luar negeri. HMPV seperti influenza biasa, intinya masyarakat jangan panik,” tambahnya.

 Baca Juga: Mengunjungi Museum Desa Genggelang, Kecamatan Gangga (2-Habis)

Dirinya meminta untuk masyarakat tetap menerapkan pola hidup sehat, olahraga rutin, pakai masker, perbanyak minum air putih, sering cuci tangan setelah melakukan aktivitas, dan jangan stres.

“Terapkan pola hidup sehat saja, untuk meningkatkan imunitas yang bagus," ucapnya. 

Sebelumnya, Kepala Dikes NTB Lalu Hamzi Fikri mengatakan perlu adanya memperkuat pengawasan di gerbang masuk wisatawan asing. Karena diketahui, virus ini sudah ada di Malaysia. 

“Mencegah utamanya di pintu-pintu masuk ya. Ini kita perlu perkuat lagi,” kata Hamzi. 

 Baca Juga: Babinsa Dampingi Petani Perkuat Ketahanan Pangan

Kewasapadaan di pintu-pintu masuk negara termasuk pengawasan kekarantinaan kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional.

Dengan memperkuat sistem surveillance yang dapat dilaporkan langsung ke pusat. 

“Di bandara screening menggunakan termal. Begitu juga di pelabuhan. Kalau ada gejala-gejala ditindaklanjuti,” sebutnya. 

Kasus ini memiliki gejala gangguan pernapasan seperti flu, demam, pilek dan sesak nafas.

Bahayanya virus ini dapat membuat komplikasi seperti bronkitis dan pneumonia.

Virus ini tidak berbahaya bagi orang dewasa yang sehat, tapi beresiko lebih tinggi pada anak-anak dan lansia. 

“Dan juga dengan individu yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Termasuk yang punya penyakit kronis dan jantung,” sebutnya. 

Dengan itu dirinya mengimbau masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan memperkuat daya tahan tubuh.

Apabila sakit juga sebaiknya menggunakan masker agar tidak terjadi penyebaran dari droplet dari orang ke orang. 

“Kalau sakit pakai masker lah,” tandasnya. (chi/r3) 

Editor : Kimda Farida
#imunitas #Dikes #Ringan #flu #wabah #HMPV #Mataram #virus #cenderung #Bagus