Wali Kota Cek Detail Jelang Peluncuran Eks Pelabuhan Ampenan

Lalu Mohammad Zaenudin • Dipublikasikan Kamis, 23 Januari 2025 | 14:44 WIB

 

INDAH: Tampak dari atas kawasan Eks Pelabuhan Ampenan usai ditata, Rabu (22/1).
INDAH: Tampak dari atas kawasan Eks Pelabuhan Ampenan usai ditata, Rabu (22/1).
 

LombokPost-Wali Kota Mataram Dr H Mohan Roliskana memimpin langsung aksi bersih-bersih di eks Pelabuhan Ampenan usai proses revitalisasi.

Spot wisata mewah dengan nilai penataan Rp 4,5 miliar digadang-gadang jadi lokasi unggulan.

“Kami ingin memastikan semuanya benar-benar rapi dahulu,” tekan Mohan, Rabu (22/1).

Ia menilai pentingnya ketenangan dan memastikan semua aspek peluncuran telah disiapkan secara sempurna. “Tidak buru-buru,” imbuhnya.

Sejak usai ditata, Eks Pelabuhan Ampenan telah menjadi daya tarik tinggi bagi wisatawan.

Wisata pantai yang terletak di ujung barat ibu kota ini, telah ramai dikunjungi setiap harinya.

Penataan baru dengan titik tekan pada layout, membuat banyak pelancong berduyun-duyun mencoba sensasi baru.

Antusias tinggi itu diyakini akan semakin meningkat manakala event di mini amfiteater secara rutin digelar.

“Ada beberapa penataan dan pembenahan yang perlu kami lakukan,” terangnya. 

Secara lebih teknis, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra menjelaskan, dapat arahan dari wali kota untuk melakukan penataan seperti untuk instalasi listrik.

“Kami akan koordinasi dengan PLN agar kabel-kabel yang melintang di atas dibongkar (untuk ditata lebih rapi),” terangnya.

Berikutnya, memastikan komitmen para pedagang benar-benar dipatuhi.

Komitmen itu menyangkut keharusan mereka menempati dua kawasan lapak yakni utara untuk pedagang kopi dan makanan ringan dan selatan untuk kuliner.

Para pedagang kembali diwanti-wanti dampak jika melanggar aturan yang telah mereka sepakati.

Mereka dipastikan akan dikeluarkan jika keluar dari kawasan dagang yang telah ditetapkan.

“Komitmen secara lisan sudah mereka penuhi. Tinggal kita siapkan pakta integritas yang akan memuat hak dan kewajiban mereka,” paparnya.

Penataan lainnya adalah terkait pepohonan di tempat itu yang masih terlihat belum rapi.

“Perantingan pohon-pohon (perindang), sampah tidak lagi ada yang berserakan,” ucapnya.

Ia kembali menekankan, persiapan dilakukan dengan sangat detail sebelum peluncuran. Sehingga image istimewa kawasan itu vibes-nya lebih terasa.

“Jadi perantingan pohon-pohon, edukasi para pedagang, meja-meja pedagang ditata, dan ketika launching welcome kesannya rapi,” paparnya.

Tidak hanya dalam arti penataan secara artifisial, tapi juga Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdagang di tempat itu akan diperbaiki.

Mindset pedagang dituntut profesional dan membuat pembeli nyaman.

Mereka dilarang getok harga, memaksa pembeli, dan tindakan-tindakan yang dapat membuat pengunjung kapok ke kawasan itu.

“Jadi selain fisik juga SDM,” paparnya.

Sementara itu, launching eks pelabuhan direncanakan pada minggu ke dua bulan Februari.

Cahya mengatakan, sebelum malam grand launching, di malam sebelumnya akan diadakan doa bersama.

“Pada malam Jumat (Kamis, 13 Februari 2025) minggu kedua Februari itu kan libur panjang, pak wali minta kita untuk adakan zikir dan doa bersama masyarakat Ampenan," katanya.

Sedangkan, grand launching direncanakan berlangsung hari Sabtu malam, 15 Februari 2025.

“Malam minggu kita akan isi dengan berbagai kesenian, ada Gendang Beleq, Barongsai, dan berbagai kesenian lainnya,” ucapnya.

Peresmian akan langsung dilakukan oleh wali kota disaksikan seluruh tamu undangan, dan masyarakat yang hadir.

“Beliau yang akan langsung meresmikan revitalisasi ini nanti,” pungkasnya. (zad/r7)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
wali kota eks Mataram pelabuhan ampenan